Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak usaha Danantara di bidang pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste-to-energy/WtE), mengungkap perkembangan sejumlah proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Direktur Utama Denera Fadli Rahman mengatakan, sejak mandat pengembangan PSEL diberikan pemerintah pada Oktober 2025, sejumlah proyek telah memasuki tahap persiapan hingga pembangunan.
Saat ini, terdapat 11 lokasi yang masuk dalam pipeline pengembangan PSEL, dengan tiga proyek tahap awal yakni PSEL Kota Bekasi, PSEL Bogor Raya, dan PSEL Denpasar Raya.
Baca Juga: PSEL Kota Bekasi Senilai Rp 3 Triliun Mulai Dibangun, Olah Sampah 1.500 Ton per Hari
"Ini belum genap satu tahun, tiga lokasi sudah mulai terbangun, dan delapan lokasi lain akan menyusul dalam waktu dekat," ujar Fadli dalam The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 di JIExpo Kemayoran, Jumat (4/9/2026).
Menurut Fadli, tiga proyek awal tersebut telah mencapai sejumlah tahapan penting, mulai dari kesepakatan kerja sama dengan pemerintah daerah hingga pemilihan mitra pengembang.
"Jadi perjalanannya sangat cepat, di mana tiga lokasi ini sudah disepakati dengan Perjanjian Kerja Sama dengan daerah juga, serta mitranya sudah terpilih," ujarnya.
Ia mengatakan, dua proyek PSEL tahap awal telah memasuki proses pembangunan. Sementara itu, PSEL Bogor Raya dijadwalkan menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dan mulai groundbreaking pada 17 September 2026.
Selain tiga proyek awal tersebut, Denera juga melanjutkan persiapan pengembangan di sejumlah lokasi lainnya. Beberapa lokasi yang masuk dalam pipeline PSEL antara lain Medan, Kabupaten Bekasi, Semarang, Surabaya, Lampung, hingga Yogyakarta.
Baca Juga: PSEL Legok Nangka Diresmikan, DPR Ingatkan Pemda Alokasikan 3% APBD Infrastruktur
Pemerintah dan Danantara menargetkan proyek-proyek tersebut dapat mulai beroperasi secara bertahap sepanjang 2028. "Jadi targetnya dari awal 2028 sampai akhir 2028 nanti sudah mulai beroperasi, dalam 2 tahun dari sekarang," imbuh Fadli.
Lebih lanjut, Denera juga tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk melanjutkan proses pemilihan mitra dan persiapan pembangunan di sejumlah lokasi tambahan, termasuk Tangerang dan Jakarta.
"Kami sedang berkoordinasi untuk di lima lokasi lainnya, termasuk Tangerang dan Jakarta, mudah-mudahan bisa dimulai dalam waktu dekat," terang dia.
Ia menyebut, pengembangan proyek PSEL juga melibatkan mitra dari berbagai negara, termasuk Tiongkok, Jepang, hingga Prancis. Menurutnya, pemilihan mitra dilakukan dengan pendekatan yang semakin kompetitif dan terdiversifikasi.
Baca Juga: PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang Proyek PSEL, Durasi Jual-Beli Listrik 30 Tahun
Berdasarkan paparannya, pada pengembangan PSEL tahap pertama terdapat 24 mitra mandiri yang memenuhi syarat untuk membentuk konsorsium.
Sementara pada tahap kedua, sebanyak 85 konsorsium dan entitas mandiri terpilih untuk melanjutkan ke tahap pemilihan berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














