kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Depresiasi rupiah mempengaruhi bisnis Schneider Electric di Indonesia


Jumat, 21 September 2018 / 13:00 WIB
Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Depresiasi rupiah mempengaruhi bisnis Schneider Electric di Indonesia. Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly mengatakan bahwa beberapa komponen dan bahan baku Schneider Electric diimpor dari negara-negara sekitar seperti Jepang, Korea Selatan, dan juga China.

"Depresiasi nilai tukar akan mempengaruhi karena beban pembelian komponen akan menjadi semakin tinggi," kata Xavier, Jumat (21/9).

Meski demikian, ia mengatakan bahwa produk-produk yang dijual di Indonesia, dibuat oleh tiga pabriknya yang ada di Batam, Cikarang, dan juga Cibitung. Sayangnya, Xavier tak mau menyebut berapa kapasitas produksi pabrik-pabrik tersebut.

Tak cuma depresiasi rupiah, Xavier mengatakan bahwa perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara seperti China contohnya secara tidak langsung mempengaruhi bisnis Schneider Electric di Indonesia jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama.

Saat ini, bisnis Schneider Electric yang ada di Indonesia cukup lumayan. Lini bisnisnya tersebut punya kontribusi terbesar untuk pendapatan Schneider di Asia Tenggara. Saat ini, Indonesia berkontribusi 33% terhadap penjualan di Asia Tenggara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×