kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Deretan kopi lokal yang bersertifikat IG


Kamis, 24 November 2016 / 21:21 WIB
Deretan kopi lokal yang bersertifikat IG


Reporter: Klaudia Rani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Meski memiliki kualitas ekspor, belum semua kopi nusantara mendapat sertifikat indikasi geografis (IG) yang menandai karakteristik biji kopi ketika diekspor. Dengan adanya IG, kopi nusantara akan memiliki identitas sehingga tidak akan diklaim baik di lingkungan domestik maupun luar negeri.

Marketing Manager PT. Taman Delta Indonesia, Moelyono Soesilo mengatakan, hingga kini sudah ada sekitar tujuh kopi daerah yang telah mendapat sertifikat IG, yakni Kopi Gayo, Kopi Jawa Barat, Kopi Jawa Tengah, Kopi Jawa Timur, Kopi Toraja, Kopi Bali, dan Kopi Flores Bajawa.

“Kalau IG itu berasal dari asal kopi itu sendiri. Jadi semisal kopi Bali Kintamani, asal kopi itu harus benar-benar menunjukkan di daerah Kintamani itu sendiri,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sertifikat IG tidak memiliki masa berlaku. Ada beberapa hal yang harus dilakukan agar kopi daerah mendapat sertifikat IG. Hal utama, katanya adalah kebersamaan para petani kopi daerah.

“Kadang-kadang kan petani di sini (Kintamani, red) kurang. Padahal IG itu kan kebersamaannya itu yang utama,” ujarnya.

Lebih lanjut Moelyono menegaskan, petani daerah semestinya tidak saling bersaing dalam membudidayakan kopi daerah. Sebaliknya, mereka perlu bersama-sama membuat standar kopi Kintamani yang bagus.

Sekadar informasi, Kopi Bali Kintamani telah menjadi salah satu komoditas yang memperoleh sertifikat IG sejak tahun 2008. “IG sudah terbentuk, sekarang tinggal gimana caranya kita meningkatkan mutu dari kopi itu sendiri,” ungkapnya. (Klaudia Molasiarani)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×