kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Destinasi Tirta Nusantara (PDES) Berharap Jumlah Tamu Naik Dua Kali Lipat Tahun Ini


Kamis, 27 April 2023 / 21:33 WIB
Destinasi Tirta Nusantara (PDES) Berharap Jumlah Tamu Naik Dua Kali Lipat Tahun Ini
ILUSTRASI. PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) optimistis dalam melihat prospek bisnis di tahun 2023./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/26/02/2017.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) optimistis dalam melihat prospek bisnis di tahun 2023. Tahun ini, emiten agen pariwisata dengan kode saham PDES tersebut mengincar kenaikan dua kali lipat dibanding realisasi tahun 2022 lalu.

Hal ini seiring dengan harapan PDES untuk membukukan kenaikan  kenaikan jumlah tamu/wisatawan sebanyak 2 kali lipat. Sebagai pembanding, jumlah tamu/wisatawan PDES di sepanjang 2022 berjumlah sekitar 39 ribuan pax.

“Kuartal I 2022 kita tergerus sama pandemi. Di April sampai dengan Juni pun border sudah buka tapi turis masih menahan (bepergian), belum maksimal. di 2023 pent-up demand akan lebih terlihat,”  tutur Direktur PDES, Sylvia Rafael Harnadi saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (27/4).

Baca Juga: Pendapatan Destinasi Tirta Nusantara (PDES) Meroket pada Kuartal I 2023

Mengintip laporan keuangan tahunan perusahaan, pendapatan PDES di sepanjang 2022 mencapai Rp 150,81 miliar, terdiri atas pendapatan perjalanan sebesar Rp 148,52 miliar dan pendapatan sewa kendaraan Rp 2,28 miliar. Maka, berdasarkan hitungan kasar Kontan.co.id, pendapatan PDES bakal mencapai sekitar Rp 301,62 dengan kenaikan 2 kali lipat jika harapan ini berhasil direalisasi.

Barangkali, optimisme PDES bukan tanpa alasan. Di tiga bulan pertama, kinerja topline PDES sudah melonjak signifikan jika dibandingkan periode sama tahun 2022 lalu.

Laporan keuangan interim PDES yang dirilis Kamis (27/4) menunjukkan, pendapatan  PDES meroket 2089,87% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari semula Rp 4,82 miliar di kuartal I 2022 menjadi Rp 105,69 miliar di kuartal I 2023.

Capaian tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan utama PDES, yakni dari lini paket perjalanan wisata yang naik 2479,03% yoy dari Rp 4,08 miliar di kuartal I 2022 menjadi Rp 105,39 miliar di kuartal i 2023. Sementara itu, pendapatan sewa kendaraan PDES susut 59,29% yoy dari Rp 740,00 juta di kuartal I 2022 menjadi Rp 301,20 juta di kuartal I 2023.

Seturut pendapatan yang mendaki, PDES PDES berhasil mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih Rp 2,34 miliar di kuartal I 2023. Sebelumnya, PDES membukukan rugi bersih Rp 9,22 miliar di kuartal I 2022.

Menurut Sylvia, PDES aktif menjalin hubungan baik dengan mitra agen pariwisata di luar negeri, salah satunya dengan mulai kembali menghadiri berbagai international travel show secara luring alias offline di tahun 2022.

Di sisi lain, kebijakan arus masuk turis asing ke Indonesia juga mulai melunak tahun lalu, setidaknya sejak April 2022. Faktor-faktor tersebut mendorong pertumbuhan penjualan paket-paket perjalanan PDES di tiga bulan pertama 2023.

Catatan saja, PDES berfokus pada penjualan paket perjalanan inbound ke Indonesia maupun ke beberapa daerah operasional PDES di luar negeri, yakni Kuala Lumpur dan Thailand. Kebanyakan turis PDES berasal dari Eropa.

“Di kuartal I 2022, kami masih terkena imbas Omicron,” terang Sylvia.

 

Untuk mewujudkan kenaikan kinerja, PDES sudah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya yakni terus membina hubungan kerja sama dengan para mitra agen pariwisata di luar negeri. Catatan saja, mitra-mitra ini berperan dalam menghubungkan PDES dengan calon-calon tamu potensial di luar negeri. 

Strategi lainnya, PDES juga berencana mengaktifkan kembali kantor cabang di Vietnam yang sebelumnya tidak aktif beroperasi selama pagebluk Covid-19. Dengan begitu, PDES kelak bisa membawa tamu ke destinasi di Vietnam.

“Sebenarnya kita sudah dirikan (kantor cabang di Vietnam) di 2019. Cuman, karena pandemi, baru berdiri 6 bulan kita nonaktifkan sementara sampai hari ini,” tutur Sylvia.

“Mungkin di akhir tahun ini atau tahun depan sudah bisa aktif kembali, jadi kita bisa memaksimalkan destinasi di sana untuk menggenjot revenue kami,” imbuhnya lagi.

Kendati demikian, dalam proyeksi Sylvia, jumlah volume tamu PDES belum akan kembali ke level pra pandemi di tahun 2023 ini, begitu pula di tahun 2024 lantaran adanya efek tahun politik. Harapan PDES, volume tamu perusahaan bisa kembali ke level pra pandemi di tahun 2025 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×