Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyiapkan sejumlah langkah ekspansi di bisnis jasa pertambangan, sembari melanjutkan eksplorasi tambang emas dan tembaga. DEWA telah merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,5 triliun pada semester I-2026, setara 62,5% dari anggaran yang disiapkan untuk tahun ini, yakni sekitar Rp 2,4 triliun.
Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen mengungkapkan bahwa capex DEWA pada tahun ini akan digunakan untuk mendukung proyek jasa pertambangan yang sedang berjalan di PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia. Dua perusahaan raksasa tambang batubara yang terafiliasi dengan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tersebut merupakan pelanggan utama bagi DEWA.
Mayoritas capex DEWA digunakan untuk penambahan kapasitas alat berat, spare parts dan ban, serta untuk mendukung teknologi informasi atau digitalisasi tambang. Selain untuk KPC dan Arutmin, pada semester II-2026 DEWA juga akan mengucurkan capex untuk mengerjakan kontrak yang diperoleh dari PT Sebuku Sejaka Coal (SSC).
"Selain sisa capex yang dialokasikan KPC dan Arutmin, Perseroan juga berencana mengalokasikan capex tambahan untuk Sebuku secara terpisah. Besaran dan pembelanjaan di Sebuku akan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan beberapa opsi pembiayaan, termasuk vendor financing maupun opsi lainnya," ungkap Ricardo kepada Kontan.co.id, Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Laba Bersih Darma Henwa (DEWA) Naik 89% Jadi Rp 354,28 Miliar pada Semester I-2026
Proyek baru SSC mulai beroperasi pada Agustus 2026. SSC merupakan tambang batubara di Pulau Laut, Kalimantan Selatan yang bisa memproduksi hingga 5 juta ton batubara dan 55 juta bcm waste removal, tergantung dari Rencana Kerja dan Anggara Biaya (RKAB). Estimasi jumlah tersebut mencapai sekitar 40% dari total volume waste removal DEWA pada tahun 2025.
Secara keseluruhan, estimasi nilai dari kontrak SSC mencapai Rp 22 triliun. "Kami optimis dengan diperolehnya kontrak baru dari Sebuku Sejaka Coal yang dapat mendorong pertumbuhan volume produksi dan pendapatan secara signifikan ke depannya," ungkap Ricardo.
Strategi Ekspansi DEWA
Tak berhenti di KPC, Arutmin dan SSC, DEWA sedang melanjutkan langkah ekspansi di bidang jasa tambang dengan membidik kontrak baru. Ricardo mengatakan, DEWA sedang menjajaki kontrak baru yang bisa menjaga prospek kinerja operasional dan pendapatan jangka panjang perusahaan.
Hanya saja, Ricardo belum membeberkan lebih rinci mengenai potensi kontrak anyar tersebut. "Saat ini Perseroan sedang berupaya mendapatkan kontrak baru yang sifatnya jangka panjang, yang diharapkan dapat meningkatkan volume dan pendapatan," ungkap Ricardo.
Baca Juga: PGEO Siapkan Capex US$ 209 Juta, Begini Strategi Ekspansi dan Target Kinerja 2026
Sebagai bagian dari upaya penguatan bisnis inti, DEWA belum lama ini telah membentuk tiga anak usaha. Pada 17 Juli 2026, DEWA mendirikan PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur dan PT DH Arunika Hospitality.
Ricardo menjelaskan, pembentukan ketiga anak usaha ini bertujuan untuk memperkuat fungsi pendukung, sekaligus meningkatkan efektivitas operasional DEWA. "Masing-masing akan memiliki fokus dan menjalankan peran yang berbeda, yaitu kelistrikan, infrastruktur dan logistik, serta hospitality untuk menunjang kebutuhan operasional site," jelas Ricardo.
Dengan pengelolaan yang lebih terfokus, DEWA bisa mengoptimalkan efisiensi biaya, meningkatkan kualitas layanan, dan memperkuat sinergi antarproyek. Ricardo menegaskan bahwa untuk saat ini, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan bisnis inti, bukan ekspansi ke sektor di luar bisnis utama.
Progres Tambang Emas & Tembaga
Pada saat yang bersamaan, DEWA sedang menggarap proyek tambang emas dan tembaga yang berlokasi di Gayo Lues, Aceh. Proyek ini dijalankan melalui PT Gayo Mineral Resources (GMR), yang mempunyai konsesi dengan luas 34.500 hektare.
Eksplorasi tambang emas dan tembaga GMR dibagi dalam tiga tahap. Saat ini progres proyek sedang mengerjakan field work untuk tahap kedua, dan tahap ketiga diharapkan selesai pada tahun 2027. Namun, Ricardo belum membeberkan detail nilai investasi maupun jadwal dan target untuk memulai produksi di proyek ini.
"Agar lebih optimal dan komprehensif, nilai investasi dan target produksi dapat disampaikan ketika proses eksplorasi tahap ketiga dan seluruh kajian selesai, sehingga Perseroan dapat memaksimalkan potensi yang ada," ujar Ricardo.
Baca Juga: Alamtri Resources (ADRO) Optimis Kinerja Bisnis Tetap Tumbuh hingga Akhir 2026
Salah satu dari beberapa deposit area yang sudah diidentifikasi berdasarkan eksplorasi tahap pertama berada di Tengkereng Atas. Berdasarkan valuasi yang dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJJP), nilai aset proyek tambang emas dan tembaga tersebut mencapai nilai gross sekitar Rp 7 triliun.
Dari sisi valuasi, nilainya masih akan bergantung pada hasil eksplorasi serta tambahan sumber daya dan cadangan yang nantinya dapat dikonfirmasi. Pengembangan infrastruktur, mine development, dan processing plant akan dilakukan pada tahapan berikutnya setelah eksplorasi tahap ketiga selesai dan kebutuhan investasinya telah ditetapkan.
"GMR masih berada dalam tahap eksplorasi dan merupakan proyek greenfield. Untuk saat ini, Perseroan belum dapat menyampaikan estimasi kebutuhan capex hingga GMR berproduksi karena proses eksplorasi dan studi kelayakan masih berjalan. Terkait target produksi, Perseroan akan menyampaikan informasinya kepada publik pada waktunya," kata Ricardo.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa DEWA akan menjajaki peluang Initial Public Offering (IPO) sebagai salah satu opsi pendanaan untuk mengembangkan tambang emas dan tembaga GMR. Merespons kabar tersebut, Ricardo menegaskan bahwa DEWA masih mempertimbangkan berbagai alternatif pendanaan untuk pengembangan GMR, termasuk opsi IPO.
Namun, keputusan terkait IPO akan bergantung pada hasil kajian dan kebutuhan pendanaan DEWA ke depan. "Untuk fundraising ini, akan dilakukan setelah proses eksplorasi yang tahap ketiga dan seluruh kajian selesai atau setelah tahun 2027," pungkas Ricardo.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Topang Kinerja Tigaraksa Satria (TGKA) Semester I-2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
