kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dharma Polimetal (DRMA) Targetkan Pendapatan Organik Tumbuh 10% pada 2024


Kamis, 25 Januari 2024 / 16:18 WIB
Dharma Polimetal (DRMA) Targetkan Pendapatan Organik Tumbuh 10% pada 2024
ILUSTRASI. PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) masih optimis prospek bisnis di tahun ini masih menjanjikan


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) masih optimis prospek bisnis di tahun ini masih menjanjikan. Melihat kondisi makro ekonomi domestik dan global yang masih volatile, DRMA optimis menetapkan target pertumbuhan pendapatan organik mencapai 10%. 

Untuk mencapai target tersebut, perseroan akan fokus pada pertumbuhan organik seperti penambahan customer baru, penambahan pangsa pasar, serta pengadaan lokalisasi untuk komponen-komponen otomotif. 

"Sebagai contoh, tahun ini kami baru memasok komponen suspensi untuk salah satu merek mobil terbesar di Indonesia selama setengah tahun, tidak menutup kemungkinan kami bisa merambah ke brand-brand lain," ujar Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso kepada KONTAN, Kamis (25/1). 

Baca Juga: Dharma Polimetal (DRMA) Optimistis Raih Target Bisnis Tahun 2023, Ini Sebabnya

Di tahun pemilu ini, DRMA melihat dampak dari situasi makro ekonomi yang sangat fluktuatif saat ini terasa oleh semua pelaku bisnis, termasuk industri leasing dan bank yang saat ini lebih berhati-hati dalam memilih pelanggan, selain itu dengan pemilihan pemerintahan yang baru di tahun ini membuat banyak perusahaan cenderung mengambil sikap wait and see.

Menurut Irianto, beberapa alasan di balik kehati-hatian ini melibatkan penguatan nilai tukar USD terhadap rupiah, ketegangan geopolitik, dan potensi inflasi yang tinggi, terutama dari sektor pangan dan komoditas. 

"Kenaikan harga ini berpotensi mempengaruhi daya beli, biaya logistik, dan transportasi, yang mungkin mendorong beberapa orang untuk menunda pembayaran bunga," jelasnya. 

Meskipun begitu, pasar otomotif di Indonesia masih menunjukkan prospek yang positif. Selain itu, dengan adanya beberapa insentif dari pemerintah untuk perusahaan yang berkomitmen untuk lokalisasi pabrik mobil di Indonesia, pasar mobil listrik di masa depan akan semakin ramai. Dengan lokalisasi, permintaan akan komponen juga akan semakin meningkat, memberikan dampak positif bagi industri komponen.

Untuk tahun 2024, fokus strategis perusahaan adalah meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional sambil mempertahankan keunggulan kinerja dalam aspek Quality, Cost, and Delivery (QCD) kepada pelanggan. 

"Kami juga secara aktif menjelajahi peluang dengan mencari pelanggan baru, mengeksplorasi komponen yang belum pernah kami suplai sebelumnya, dan meningkatkan pangsa pasar kami atas komponen yang saat ini kami pasok. Selama tiga tahun terakhir, kami telah melakukan persiapan dan pengembangan komponen-komponen untuk kendaraan listrik (EV) serta infrastruktur pendukungnya, termasuk stasiun pengisian baterai," sambungnya. 

 

Sebagai langkah strategis, DRMA tengah aktif membangun dua pabrik baru. Pabrik pertama, Dharma Controlcable Indonesia (DCI), diharapkan selesai pada akhir kuartal pertama 2024, sedangkan pabrik kedua, Dharma Precision Parts (DPA), dijadwalkan selesai pertengahan tahun atau sekitar kuartal kedua 2024, di lokasi Cikarang, Jababeka. Sejumlah dana investasi diperoleh dari hasil penawaran umum saham (IPO) perusahaan pada tahun 2021. Kedua pabrik ini akan menjadi pusat pengembangan komponen baru untuk kendaraan listrik di masa depan.

Perseroan juga telah mengembangkan BLDC (Brushless Direct Current), mendapatkan sertifikasi untuk melakukan konversi motor ICE menjadi motor listrik, dan battery pack sendiri, yang telah di supply ke beberapa merek motor EV di Indonesia. Selain itu, perusahaan akan tetap proaktif dalam memantau perubahan situasi pasar yang mungkin muncul dan siap untuk beradaptasi seiring perkembangan tersebut.

 Untuk mendorong strateginya, DRMA siapkan alokasi belanja modal (di luar rencana anorganik) yang diperkirakan akan digunakan untuk menyiapkan model-model baru, membangun pabrik, menambah mesin, dan aspek lainnya. 

"Estimasi capex 2024 sekitar setengah dari total belanja modal tahun ini, yaitu sekitar Rp 300 miliar," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet Using Psychology-Based Sales Tactic to Increase Omzet

[X]
×