Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meskipun daya beli masyarakat tengah melemah dan banyak orang memilih untuk menghemat pengeluaran, Grab Indonesia tetap mencatatkan pertumbuhan yang positif.
Country Marketing Head Grab Indonesia & OVO, Melinda Savitri, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan observasi terhadap dinamika ekonomi yang terjadi. Ia mengakui adanya perubahan komposisi kelas sosial masyarakat, khususnya menyusutnya kelas menengah.
“Kami mengamati bahwa kelas menengah mulai menyusut, namun pada saat yang sama, kelompok masyarakat di segmen bawah justru mengalami peningkatan,” ujar Melinda dalam sebuah acara di restoran GIOI, Rabu (21/5).
Baca Juga: Sejumlah Indikator Ini Menunjukkan Daya Beli Masyarakat Semakin Mengkhawatirkan
Kendati terjadi pelemahan daya beli, volume pesanan Grab Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan, baik secara nasional maupun regional.
“Volume pesanan kami masih terus bertumbuh. Tidak ada penurunan, dan pada kuartal kedua ini kami masih mencatat pertumbuhan positif di seluruh wilayah,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi dampak pelemahan daya beli, Grab Indonesia menerapkan sejumlah strategi.
Pertama, perusahaan memperluas jangkauan layanannya ke lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan memastikan layanan Grab dapat diakses oleh masyarakat luas.
“Kami memastikan kehadiran kami menjangkau lebih dari 300 kota agar layanan kami benar-benar dapat diakses oleh masyarakat di berbagai daerah,” ujar Melinda.
Baca Juga: BI Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Aman pada Awal 2025, Inflasi Inti Capai 2,36%
Kedua, Grab terus menghadirkan inovasi yang bertujuan mempermudah dan meringankan beban pengeluaran masyarakat. Beberapa contohnya termasuk fitur “Makan Sendiri” dan opsi pengantaran makanan hemat.
“Inovasi-inovasi seperti layanan makan untuk satu orang atau opsi pengantaran hemat menjadi bagian dari upaya kami agar layanan lebih terjangkau,” tambahnya.
Melinda menegaskan bahwa dalam menghadapi tantangan ekonomi, Grab Indonesia berkomitmen untuk tetap menjadi layanan yang mudah diakses dan terjangkau oleh semua kalangan.
“Kami ingin terus menjadi layanan yang accessible dan affordable,” tutupnya.
Selanjutnya: Strategi Belanja Cerdas di Tengah Ketidakpastian Tarif Tahun 2025
Menarik Dibaca: Strategi Belanja Cerdas di Tengah Ketidakpastian Tarif Tahun 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News