kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.198   24,00   0,13%
  • IDX 4.867   -37,53   -0,77%
  • KOMPAS100 624   -4,95   -0,79%
  • LQ45 497   -0,74   -0,15%
  • ISSI 161   -2,34   -1,43%
  • IDX30 280   0,20   0,07%
  • IDXHIDIV20 379   0,45   0,12%
  • IDX80 72   -0,53   -0,73%
  • IDXV30 105   -0,58   -0,55%
  • IDXQ30 94   0,37   0,40%

Di Tengah Persaingan Segmen Susu Dewasa, Produsen Menjaga Loyalitas dan Merek


Rabu, 04 November 2026 / 13:23 WIB
 Di Tengah Persaingan Segmen Susu Dewasa, Produsen Menjaga Loyalitas dan Merek
ILUSTRASI. Anlene Gold 5X Habbatussauda, (dok/Fonterra Brand )


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Persaingan di industri susu tidak hanya bertumpu pada inovasi produk, tapi juga kemampuan membangun kedekatan dan kepercayaan konsumen.

Strategi edukasi pasar dan pengembangan komunitas menjadi salah satu cara PT Lactalis Indonesia memperkuat merek Anlene di segmen susu dewasa. Perusahaan ini juga memperluas jangkauan konsumen di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan dan gaya hidup aktif.

Salah satu upaya tersebut melalui Anlene OsteoWalk 10.000 Langkah di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 1 November 2026. Memasuki penyelenggaraan tahun ini, Anlene juga memperkenalkan kategori OsteoRun 5K untuk menjangkau masyarakat yang memiliki minat terhadap olahraga lari.

General Manager Lactalis Asia Oceania & Africa (LAOA), Alban Damour mengatakan, penguatan merek lokal menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pertumbuhan berkelanjutan Lactalis. Perusahaan menerapkan model bisnis multilocal dengan mengombinasikan kapabilitas global dan pemahaman terhadap karakter pasar setempat.

Baca Juga: SMGR Minta Alokasi Khusus Batubara untuk Industri Semen dalam Kebijakan DMO

Menurut dia, Anlene merupakan salah satu aset strategis atau local jewel yang memiliki rekam jejak dan kepercayaan konsumen di pasar lokal. Dukungan keahlian serta inovasi Lactalis diharapkan dapat mendorong pengembangan merek tersebut.

"Melalui penerapan model bisnis multilokal, memperkuat merek lokal dengan menjaga nilai dan kepercayaan yang telah dibangun bersama konsumen adalah kunci pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya, Selasa (3/11). 

Presiden Direktur Lactalis Indonesia, Yauwanan Wigneswaran menambahkan, edukasi kesehatan tulang menjadi bagian dari strategi Anlene untuk membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen. Pencegahan osteoporosis dan pemeliharaan kesehatan tulang tidak hanya relevan bagi kelompok lanjut usia, tetapi juga masyarakat usia produktif.

Hasil riset Anlene Bone Scan periode 2024–2025 menunjukkan kelompok Gen X memiliki risiko kehilangan massa tulang hampir dua kali lipat dibandingkan generasi milenial dan 2,7 kali lipat dibandingkan Gen Z. Sementara itu, lebih dari 60% masyarakat Jakarta disebut masih memiliki risiko osteoporosis.

"Menjaga kesehatan tulang bukan hal yang baru dipikirkan saat memasuki usia lanjut, melainkan sebuah investasi kesehatan yang harus dilakukan sepanjang hidup," kata Yauwanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×