kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Diagnos Laboratorium Utama (DGNS) Bidik Pertumbuhan Bisnis 20% di 2024


Jumat, 02 Februari 2024 / 17:30 WIB
Diagnos Laboratorium Utama (DGNS) Bidik Pertumbuhan Bisnis 20% di 2024
ILUSTRASI. PT Diagnos Laboratorium Tbk (DGNS).


Reporter: Vina Elvira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten penyedia layanan pemeriksaan laboratorium kesehatan, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) menargetkan pertumbuhan bisnis yang moderat di tahun 2024. Manajemen DGNS berharap akan ada kenaikan kinerja 20% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sekretaris Perusahaan Diagnos Laboratorium Utama Fanfan Riksani mengatakan, melihat kinerja pada 2023 lalu, DGNS cukup optimistis atas potensi pertumbuhan bisnis pada tahun 2024 ini. Hal ini juga turut didukung dengan outlook pertumbuhan industri kesehatan secara nasional. 

“Optimisme ini juga turut didukung dengan program kerja yaitu rencana ekspansi secara organik; mendorong kontribusi kemitraan dengan klinisi serta variasi tes pemeriksaan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Fanfan kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Baca Juga: Ada Kasus Pneumonia Misterius, Diagnos Laboratorium (DGNS) Siapkan Layanan Check Up

DGNS memang belum merilis secara resmi laporan keuangan tahun buku 2023. Namun, per kuartal ketiga tahun lalu, pendapatan DGNS terpantau menurun 33,64% year on year (yoy) menjadi Rp 107,11 miliar, dibandingkan Rp 143,82 miliar pada posisi yang sama tahun lalu. 

Turunnya angka pendapatan membuat DGNS juga harus membukukan kerugian sebesar Rp 10,65 miliar. Padahal  sebelumnya masih meraih laba bersih sebesar Rp 12,15 miliar. 

Fanfan menjelaskan, sebenarnya, pada kuartal IV-2023, DGNS berhasil mencatatkan pertumbuhan positif secara QoQ. Pencapaian ini didukung oleh kenaikan kontribusi dari paket pemeriksaan, genomic testing serta launching produk baru yang cukup di serap oleh pasar.

Adapun, sebagai langkah ekspansi bisnis, pada tahun ini Diagnos Laboratorium menargetkan untuk membuka satu cabang baru. Namun sayang, Fanfan tidak membeberkan lebih detail lokasi dan waktu pembukaan cabang baru tersebut. 

Untuk memaksimalkan agenda bisnisnya tersebut, DGNS menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 22 miliar. 

“Anggaran capex tahun ini Rp22 miliar yang mayoritas untuk pembukaan outlet dan pembelian alat medis,” imbuh Fanfan. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×