kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Dieselgate tak pengaruhi penjualan VW Indonesia


Rabu, 21 Oktober 2015 / 14:34 WIB
Dieselgate tak pengaruhi penjualan VW Indonesia


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Havid Vebri

JAKARTA. Pabrikan mobil asal Jerman, Volkswagen (VW) kini tengah dirundung masalah. Menurut penyelidikan yang dilakukan Badan Perlindungan Amerika Serikat, VW terbukti melakukan kecurangan uji emisi mesin diesel atau disebut dieselgate.

Akibatnya jutaan mobil bermesin EA 189 terpaksa ditarik kembali. Tak pelak, hal ini bisa jadi berdampak negatif bagi distributor resmi VW didunia, termasuk di Indonesia.

Namun, Rully Johan, Public Relations Manager PT Garuda Mataram Motor, distributor VW di Indonesia mengungkapkan, sejauh ini skandal dieselgate belum berdampak terhadap penjualan VW Indonesia.

Bahkan Rully mengklaim, penurunan penjualan VW hingga September 2015 bukan karena permasalahan tersebut.

"Dieselgate sangat tidak berpengaruh terhadap penjualan VW di Tanah Air. Penjualan menurun akibat lesunya pasar atau ekonomi," ujar Rully kepada KONTAN, Selasa (20/10).

Rully juga bilang jenis mobil dengan mesin bertipe EA 189 juga tidak dipasarkan di Indonesia.

"Untuk mobil bermesin diesel kami memang menjual Caravelle dan Touareg, tapi kedua unit ini tidak dalam kode EA 189 diesel yg bermasalah dan tipe mesin," ujar Rully.

Sementara terkait rencana VW membangun pabrik mobil di Indonesia, kelanjutannya masih menunggu keputusan dari prinsipal, yakni Volkwagen AG.

"Untuk pertanyaan ini akan kami update lebih lanjut nantinya. Tentunya dengan adanya perubahan manajemen di prinsipal VWAG maka dipastikan akan ada kebijakan baru," ujar Rully.

Diketahui, Chief Executive VW AG, Martin Winterkom memutuskan mengundurkan diri akibat skandal emisi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×