kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.753   44,00   0,25%
  • IDX 6.525   7,36   0,11%
  • KOMPAS100 852   3,39   0,40%
  • LQ45 644   2,00   0,31%
  • ISSI 229   -0,13   -0,06%
  • IDX30 360   1,47   0,41%
  • IDXHIDIV20 443   4,53   1,03%
  • IDX80 97   0,33   0,34%
  • IDXV30 124   2,23   1,83%
  • IDXQ30 115   0,70   0,62%

Dilema industri biodiesel saat harga minyak turun


Selasa, 19 Januari 2016 / 21:47 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penurunan harga minyak dunia berpotensi memukul bisnis biodiesel di Indonesia. Saat ini, harga minyak dunia anjlok di titik terendah, harga minyak dunia anjlok di kisaran US$ 30 per barel. Kondisi ini tentu saja tidak menguntungkan bagi produsen biodiesel di Tanah Air.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Bayu Krisnamurthi mengatakan tidak begitu khawatir atas penurunan harga minyak mentah dunia. Sebab belum lama ini, harga minyak dunia pernah di atas US$ 100 per barel.

Apalagi ia memprediksi penurunan harga minyak dunia itu belum tentu berlangsung lama. Kendati begitu, Bayu tidak menepis kalau bisnis biodiesel bisa terganggu kalau harga minyak dunia terus murah.

"Yang bikin tidak sehat mungkin (harga minyak) lebih murah. Yang lebih sehat mungkin (kalau harga minyak) lebih mahal. Terserah kita pilih yang mana," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (19/1).

Kendati begitu, Bayu enggan menjelaskan lebih jauh strategi apa yang akan dijalankan BPDP mengatasi kondisi ini. Ia bilang akan membeberkan langkah-langkah yang diambil BPDP pada Kamis (21/1) nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×