kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Dilema industri biodiesel saat harga minyak turun


Selasa, 19 Januari 2016 / 21:47 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penurunan harga minyak dunia berpotensi memukul bisnis biodiesel di Indonesia. Saat ini, harga minyak dunia anjlok di titik terendah, harga minyak dunia anjlok di kisaran US$ 30 per barel. Kondisi ini tentu saja tidak menguntungkan bagi produsen biodiesel di Tanah Air.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Bayu Krisnamurthi mengatakan tidak begitu khawatir atas penurunan harga minyak mentah dunia. Sebab belum lama ini, harga minyak dunia pernah di atas US$ 100 per barel.

Apalagi ia memprediksi penurunan harga minyak dunia itu belum tentu berlangsung lama. Kendati begitu, Bayu tidak menepis kalau bisnis biodiesel bisa terganggu kalau harga minyak dunia terus murah.

"Yang bikin tidak sehat mungkin (harga minyak) lebih murah. Yang lebih sehat mungkin (kalau harga minyak) lebih mahal. Terserah kita pilih yang mana," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (19/1).

Kendati begitu, Bayu enggan menjelaskan lebih jauh strategi apa yang akan dijalankan BPDP mengatasi kondisi ini. Ia bilang akan membeberkan langkah-langkah yang diambil BPDP pada Kamis (21/1) nanti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×