kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Diskon Penyeberangan 19% pada Nataru Sudah Berlaku, ASDP: Penyerapan Masih Minum


Senin, 15 Desember 2025 / 18:00 WIB
Diskon Penyeberangan 19% pada Nataru Sudah Berlaku, ASDP: Penyerapan Masih Minum
ILUSTRASI. Diskon tarif layanan penyeberangan selama libur Natal dan Tahun Baru (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto) Pemerintah melalui ASDP Indonesia Ferry memberlakukan diskon tarif perjalanan penyeberangan sekitar 19% selama periode libur Nataru.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberlakukan diskon tarif perjalanan penyeberangan sekitar 19% selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Namun, hingga menjelang periode libur akhir tahun, pemanfaatan stimulus tersebut masih tergolong rendah.

Direktur Operasi dan Transformasi ASDP Rio Theodore Natalianto Lasse mengungkapkan, tingkat penyerapan diskon tiket sejauh ini masih di bawah 1% dari target yang ditetapkan perseroan. Padahal, periode diskon akan berlangsung mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

“Penyerapannya itu masih di bawah 1%. Tapi ini kita prediksi akan terus meningkat seiring semakin dekatnya hari keberangkatan,” ujar Rio dalam Media Gathering Kesiapan Nataru ASDP di Jakarta, Senin (15/12).

Baca Juga: Angkutan Nataru, ASDP Proyeksikan Penumpang Naik 4,3% dan Trip Tumbuh 5,4%

ASDP menargetkan stimulus diskon tarif perjalanan ini dapat dimanfaatkan oleh 257.560 penumpang dan 491.776 kendaraan, dengan nilai stimulus mencapai sekitar Rp 31,65 miliar. Program tersebut berlaku di 16 pelabuhan dan mencakup delapan lintasan penyeberangan.

Rio menjelaskan, rendahnya penyerapan juga terlihat dari sisi volume tiket yang sudah terjual. Hingga saat ini, realisasi penerima manfaat masih di bawah 10.000 pengguna, jauh dari total target sekitar 2,3 juta pergerakan penumpang dan kendaraan selama periode Nataru.

“Kalau penerimaan kapal masih di bawah 10.000-an dari target sekitar 2,3 juta. Ini masih sangat sedikit, sehingga akan terus kami dorong melalui kampanye agar pengguna jasa membeli tiket lebih awal,” katanya.

ASDP menegaskan, stimulus diskon tidak berasal dari seluruh komponen tarif penyeberangan. Potongan harga difokuskan pada jasa kepelabuhanan yang sepenuhnya berada di bawah kewenangan ASDP, sehingga tidak mengganggu ekosistem operator penyeberangan lainnya.

“Yang menjadi stimulus itu adalah jasa kepelabuhanan. Dalam tiket terpadu ada jasa penyeberangan dan jasa kepelabuhanan. Yang sepenuhnya di bawah kendali ASDP adalah komponen kepelabuhanannya,” ujar Rio.

Dengan pembebasan biaya jasa kepelabuhanan tersebut, diskon efektif yang diterima pengguna jasa mencapai sekitar 19%. Skema ini diterapkan secara seragam di pelabuhan-pelabuhan yang dikelola ASDP pada 15 cabang nasional.

ASDP berharap, stimulus ini dapat menjadi insentif agar masyarakat tidak menunda pembelian tiket, terutama menjelang puncak arus libur Nataru yang diperkirakan terjadi pada 23–24 Desember 2025. Perseroan optimistis tingkat pemanfaatan diskon akan meningkat seiring intensifikasi sosialisasi dan mendekatnya periode liburan.

“Kita akan terus kampanyekan supaya pengguna jasa bisa beli tiket lebih awal untuk periode stimulus tersebut,” tutup Rio.

Baca Juga: Perkuat Mobilisasi Urban Jabodetabek, KRL hingga LRT Layani Ratusan Juta Perjalanan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×