kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,60   -2,56   -0.26%
  • EMAS1.135.000 -0,09%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Diversifikasi Bisnis, Hetzer Medical (MEDS) Akan Produksi Tensimeter dan Stetoskop


Selasa, 28 Februari 2023 / 20:04 WIB
Diversifikasi Bisnis, Hetzer Medical (MEDS) Akan Produksi Tensimeter dan Stetoskop
ILUSTRASI. Hetzer Medical Indonesia (MEDS) akan produksi tensimeter dan stetoskop pada April 2023


Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen alat kesehatan, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) akan melakukan diversifikasi produksi untuk menunjang pertumbuhan bisnis ke depan. 

Direktur Utama MEDS A. Padmono Budi Sanyoto menyampaikan, pada April 2023 mendatang pihaknya akan memulai produksi tensimeter dan stestoskop untuk menambah portofolio produk yang diproduksi. 

Seiring dengan rencana diversifikasi tersebut pihaknya menargetkan penjualan tensimeter dan stetoskop bakal mendominasi penjualan atau setara 60%. Sedangkan sisanya atau 40% berasal dari penjualan masker. 

Baca Juga: Gelar RUPSLB, Hetzer Medical Indonesia (MEDS) Dapat Restu Ubah Penggunaan Dana IPO

"Rencana realisasi diversifikasi akan terlaksana di bulan April 2023. Adapun, prospek penjualannya sementara perseroan telah mendapatkan beberapa positif respon dari beberapa customer maupun penjualan secara internal perseroan," ungkap Budi, saat dihubungi Kontan.co.id, hari ini. 

Asal tahu saja, hingga September tahun lalu, penjualan masker masih menjadi penopang kinerja MEDS yang mencapai sekitar Rp 31 miliar dari total penjualan Rp 31,60 miliar. Namun, angka tersebut menurun drastis dari semula Rp 62,7 miliar pada September tahun 2021. 

Budi menyebutkan, realisasi kinerja MEDS di 2022 memang mengalami penurunan dari ekspetasi awal Perusahaan. Ini didorong oleh penurunan penjualan masker setelah pandemi mereda. 

"Dari sisi produksi berjalan dengan baik, namun dari sisi penjualan masker setelah pandemi mereda mengalami penurunan bila dibandingkan tahun 2021," sebutnya. 

Untuk memaksimalkan agenda bisnisnya, Budi menuturkan bahwa pada tahun ini MEDS  berfokus kepada market Pemerintah, meliputi rumah sakit dan puskesmas. Di mana, pada tahun 2021, jumlah puskesmas di Indonesia sudah mencapai 10.260 unit puskesmas sedangkan rumah sakit berjumlah 2.522. 

 

"Artinya pertumbuhan di jasa layanan Kesehatan di Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata bagi strategi yg dibangun oleh perseroan," jelas Budi. 

Selain itu, MEDS juga diklaim sudah bekerja sama dengan OEM dan calon perusahaan distribusi alat kesehatan untuk nantinya mendistribusikan produk alat kesehatan perseroan ke berbagai wilayah di Tanah Air. 

MEDS pun mengincar pertumbuhan bisnis yang signifikan tahun ini. Dengan sejumlah agenda bisnis yang dicanangkan, perseroan ingin mencapai pertumbuhan top line maupun bottom line hingga 80% dibandingkan realisasi tahun lalu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Efficient Transportation Modeling (SCMETM) Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×