kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Dorong Kemandirian Kesehatan, Industri Perkuat Produksi Alat Medis di Dalam Negeri


Rabu, 07 Oktober 2026 / 17:25 WIB
Dorong Kemandirian Kesehatan, Industri Perkuat Produksi Alat Medis di Dalam Negeri
ILUSTRASI. Industri Alat Kesehatan (Dok/Beurer BM 21)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan industri alat kesehatan dalam negeri terus mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat kesehatan yang dapat digunakan secara mandiri.

Momentum tersebut terlihat dalam gelaran Indonesia International Hospital Expo ke-38 atau Hospital Expo XXXVIII 2026 di ICE BSD City, Tangerang, 7–10 Oktober 2026.

Ajang yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), bersama Seminar Nasional Persi XXII dan Seminar Tahunan Patient Safety XX tersebur, mempertemukan rumah sakit, tenaga kesehatan, pemerintah, pelaku industri, hingga penyedia teknologi dan perangkat kesehatan. Mengusung tema Rumah Sakit Tumbuh dan Tangguh di Era Kecerdasan Buatan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi industri memperkenalkan inovasi kesehatan kepada pasar Indonesia.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau, Industri Sebut Permintaan Masker Belum Naik Signifikan

Salah satu perangkat yang diperkenalkan dalam pameran tersebut adalah Beurer BM 21, alat pengukur tekanan darah yang dirancang untuk penggunaan praktis di rumah maupun saat bepergian. Produk tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan asal Jerman itu dalam memperluas produksi alat kesehatan di Indonesia.

Managing Director Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia Aria Verdin mengatakan BM 21 menjadi salah satu tonggak penting bagi perusahaan karena diproduksi di Indonesia dengan mengacu pada teknologi dan standar Beurer.

“BM 21 merupakan milestone karena menghadirkan produk yang diproduksi di Indonesia dengan standar Jerman,” ujar Aria, Rabu (7/10/2026).

BM 21 diproduksi di fasilitas PT Beurer Indonesia Technology di Kendal, Jawa Tengah. Director Beurer Indonesia Technology Akhmad Darsono mengatakan proses produksinya melibatkan tenaga kerja lokal, mulai dari operator hingga jajaran manajemen.

Menurut dia, produksi lokal menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan kemampuan manufaktur alat kesehatan di Indonesia.

“BM 21 merupakan produk yang proudly made in Indonesia. Ini menjadi bukti komitmen Beurer untuk terus mengembangkan kemampuan produksi di Indonesia,” katanya.

Dari sisi penggunaan, BM 21 mengandalkan pengoperasian satu tombol dan layar yang mudah dibaca. Perangkat tersebut dapat menggunakan baterai maupun sumber daya melalui USB Type-C sehingga lebih fleksibel digunakan di rumah maupun ketika bepergian.

Perangkat ini juga dilengkapi indikator deteksi aritmia yang memberikan tanda apabila ditemukan ketidakteraturan denyut jantung selama proses pengukuran. Selain itu, indikator berbasis zona warna membantu pengguna memahami hasil pengukuran secara lebih sederhana.

BM 21 turut memiliki fitur yang membantu memastikan posisi tubuh dan lengan pengguna berada dalam kondisi yang sesuai ketika melakukan pemeriksaan. Faktor posisi tubuh dan teknik pengukuran menjadi bagian penting karena dapat memengaruhi hasil pengukuran tekanan darah.

Head of Marketing Beurer Healthcare and Wellbeing Indonesia Intan Wardhatun mengatakan kemudahan penggunaan diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadikan pemeriksaan tekanan darah sebagai bagian dari rutinitas kesehatan keluarga.

“Kami ingin semakin banyak keluarga memiliki akses terhadap perangkat kesehatan yang praktis dan dapat digunakan secara rutin,” ujarnya.

Pemantauan tersebut juga didukung ekosistem digital melalui aplikasi Beurer HealthManager Pro. Hasil pengukuran dapat dicatat dan dipantau perkembangannya serta diekspor untuk menjadi informasi tambahan ketika pengguna berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Selain pengembangan produk, Beurer menjalankan kegiatan edukasi mengenai hipertensi bersama tenaga medis dan komunitas. Salah satunya melalui pemeriksaan tekanan darah gratis yang melibatkan sekitar 70 dokter dan mencakup sekitar 1.000 pemeriksaan.

Melalui pengembangan BM 21, perusahaan mendorong perubahan kebiasaan dari pemeriksaan yang hanya dilakukan ketika muncul keluhan menjadi pemantauan secara berkala. Hasil pengukuran mandiri tetap perlu dipahami sebagai informasi awal dan bukan pengganti diagnosis tenaga medis.

Dengan kapasitas produksi lokal lebih dari satu juta unit per tahun, Indonesia dipandang sebagai pasar sekaligus basis pengembangan manufaktur. Produk tersebut diarahkan untuk menjangkau rumah tangga, fasilitas kesehatan, apotek, toko alat kesehatan, sektor swasta, hingga institusi pemerintah.

Kehadiran produksi alat kesehatan di dalam negeri juga memperlihatkan semakin luasnya peran industri dalam mendukung akses masyarakat terhadap perangkat pemantauan kesehatan, sekaligus membuka ruang pengembangan kemampuan manufaktur lokal di tengah kebutuhan terhadap ekosistem kesehatan yang semakin terintegrasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×