Reporter: Leni Wandira | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Erupsi Gunung Anak Krakatau belum memberikan dampak signifikan terhadap permintaan alat kesehatan, khususnya masker.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) Erwin Hermanto mengatakan, produsen alkes belum melihat adanya lonjakan permintaan yang berarti dalam beberapa hari terakhir.
"Sampai saat ini produsen belum melihat adanya lonjakan signifikan. Kami melihat ini hanya fenomena temporer," kata Erwin kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Belanja Melalui Media Sosial Marak, Komisi Kreator Tembus Rp 422 Miliar
Menurut dia, belum terdapat peningkatan signifikan pada permintaan masker maupun alat kesehatan lainnya setelah erupsi Anak Krakatau. Kondisi tersebut juga belum mendorong produsen untuk meningkatkan kapasitas produksinya.
Erwin mengatakan, kapasitas terpasang produsen masker dalam negeri sebenarnya masih sangat mencukupi. Saat ini kapasitas terpasang industri mampu mencapai sekitar 200 juta pieces per bulan.
Namun, tingkat utilisasi produksi masih rendah seiring dengan penurunan permintaan masker setelah pandemi Covid-19. Erwin menyebut kapasitas produksi yang berjalan saat ini baru sekitar 10%.
"Namun kebutuhan masker pasca Covid sangat kecil sehingga kapasitas berjalan saat ini hanya sekitar 10%," ujarnya.
Baca Juga: Alam Sutera (ASRI) Bidik Tambahan Marketing Sales Rp 300 Miliar dari Expo
Di sisi lain, fenomena peningkatan permintaan masker di tingkat eceran dalam beberapa hari terakhir dinilai lebih berkaitan dengan rendahnya stok pada jalur distribusi ritel.
Erwin menjelaskan, distributor eceran selama ini cenderung memiliki persediaan masker yang rendah karena permintaan dalam kondisi normal juga relatif kecil. Ketika terjadi peningkatan permintaan secara mendadak akibat erupsi, stok tersebut kemudian cepat terserap.
"Fenomena yang terjadi di tingkat eceran beberapa hari ini adalah akibat dari rendahnya stok di distribusi eceran akibat rendahnya permintaan masker pada situasi normal. Sehingga itu menimbulkan stock drain mendadak dan sesaat," jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, ASPAKI belum melihat kebutuhan untuk meningkatkan level produksi masker dalam waktu dekat. Produsen menilai peningkatan permintaan yang terjadi saat ini masih bersifat sementara dan belum menunjukkan perubahan pola permintaan yang berkelanjutan.
"Produsen belum melihat fenomena ini akan berlanjut sehingga belum adanya kebutuhan untuk meningkatkan level produksi saat ini," kata Erwin.
ASPAKI tetap memantau perkembangan permintaan dan dampak erupsi terhadap kebutuhan alat kesehatan. Namun, dengan kapasitas terpasang yang masih jauh di atas tingkat produksi berjalan, industri dinilai memiliki ruang untuk merespons apabila terjadi peningkatan permintaan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga: Pemerintah Matangkan Perpres PLTS 100 GW, Kemenko Perekonomian Beberkan Progresnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














