kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.198
  • EMAS624.167 0,32%

Dorong konsumsi, pemerintah membangun pasar ikan modern di Muara Baru

Senin, 12 Februari 2018 / 10:29 WIB

Dorong konsumsi, pemerintah membangun pasar ikan modern di Muara Baru
ILUSTRASI. Produksi Ikan Untuk ekspor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan pasar ikan modern di Muara Baru Jakarta Utara merupakan yang pertama di Indonesia. Kehadiran pasar ikan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat berbelanja di pasar ikan.

HILIR mudik pekerja proyek dan truk pengangkut material keluar masuk areal pasar ikan modern di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara. Proyek tersebut terletak tidak jauh dari Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman. Walau belum sempurna, proyek bangunan pasar ikan itu sudah mulai memperlihatkan bentuknya.


Proyek pasar ikan modern pertama di Indonesia itu menjadi upaya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti untuk mewujudkan mimpinya memiliki pasar ikan yang bersih dan modern.

Setelah Jakarta, KKP berencana pembangunan pasar ikan modern di sejumlah kota di Indonesia. Selain modern, pasar ikan itu akan dibangun terintegrasi dengan sejumlah pelabuhan perikanan di Tanah Air. Hal itu untuk memudahkan penjualan ikan dan memotong rantai distribusi sehingga harganya lebih murah.

Di kawasan Muara Baru Jakarta, pasar ikan dengan konsep mondern ini akan berdiri di atas lahan 22.444 meter. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan bangunan ini harus sudah selesai pada bulan Desember 2018. Untuk pembangunannya, pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 150,6 miliar yang berasal dari APBN. Dengan dana itu, KKP optimis target tersebut bisa selesai tepat waktu.

Nantinya bangunan pasar itu akan memiliki 900 lapak basah, 69 kios pasar kering, 18 kios pancing dan 68 kios ikan segar. Pasar ikan ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti chiling room, ice storage, layanan perbankan, klinik kesehatan, wisata kuliner, laboratorium, masjid, pengepakan ikan, dan instalasi pengeloalaan air limbah.

Susi berharap dengan adanya pasar modern ini, anggapan masyarakat tentang pasar ikan yang kumuh, kotor dan bau amis akan berubah. Perubahan konsep ini juga diharapkan dapat mendorong minat masyarakat mengkonsumsi ikan dalam jumlah yang lebih banyak.

Perubahan memang perlu dilakukan. Sebab konsep pasar ikan modern yang digagas KKP ini kontras dengan keberadaan pasar lelang ikan yang sudah ada saat ini. Tidak jauh dari proyek pasar ikan modern, terdapat tempat pelelangan ikan untuk transaksi penjualan ikan dari kapal penangkap ikan ke pedagang.

Saat KONTAN memasuki bangunan tempat pelelangan ikan, suasana kumuh dan tidak terurus langsung terlihat. Pasar itu hanya terdiri dari tiang peyangga, beralaskan semen dan atap tanpa ada dinding pembatas. Bahkan pada saat musim hujan seperti sekarang ini, genangan air masih terlihat di beberapa sudut bangunan. Dan ketika hendak menuju ke tempat pelelangan ikan ini, bau amis sudah tercium dari jarak puluhan meter.

Di salah satu sudut lain, terlihat aktivitas bongkar muat ikan sedang berlangsung. Sejumlah ikan yang baru ditangkap diturunkan dari mobil bak terbuka, kemudian dimasukkan dalam karung. Setelah itu, ikan tersebut diseret menggunakan pengait untuk dikumpulkan di salah satu sudut untuk dilelang.

Selain membangun bangunan, sosialisasi ke pedagang penting untuk dilakukan pemerintah. Sebab, konsep ini ternyata belum diketahui dengan baik oleh kalangan pedagang ikan di lokasi yang sama. Kepada KONTAN salah seorang pedagang bernama Warsita mengaku juga belum tahu apakah mereka akan bisa berdagang di pasar itu atau tidak nantinya.

"Kami tidak tahu apakah kualitas ikan seperti yang kami beli sekarang di tempat lelang ikan memenuhi kriteria berdagang di pasar ikan modern itu apa tidak?" ujarnya, Minggu (11/2).

Namun Warsita mengaku senang dengan adanya perhatian pemerintah dalam membangun pasar ikan yang lebih baik. Para pedagang berharap mereka diberikan tempat untuk membuka lapak dagangan mereka di pasar yang baru nanti.

Pasar ikan modern ini nantinya akan dikelola Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Untuk itu sejumlah persiapan terus dilakukan perusahaan pelat merah itu agar bisa mengelola pasar ikan modern dengan baik. Bahkan Perindo mengaku telah melakukan studi banding ke sejumlah negara seperti Korea Selatan. Sebab selain mengelola pasar, mereka juga harus pengoperasikan dan mengintegrasikan dengan pelabuhan.

Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda mengatakan, Perindo akan mengintegrikan pasar ikan modern dengan fasilitas dan aktivitas di Pelabuhan Perikaan Samudera Nizam yang juga dikelola Perindo.

Itulah sebabnya pasar ikan modern itu dibangun persis berada di depan pelabuhan. Pelabuhan ini dilengkapi fasilitas pasar ikan yang terdiri dari 900 kios, industri pengolahan ikan dan cold storage milik swasta yang menyewa lahan dari Perindo. Di pelabuhan perikanan ini juga terdapat ratusan kapal ikan yang bongkar setiap harinya. "Kami akan menyiapkan para pedagang di pasar ikan lama agar bisa berjualan dengan bersih dan higenis di pasar ikan modern," jelas Risyanto.

 

Reporter: Abdul Basith
Editor: Rizki Caturini

AGRIBISNIS

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0781 || diagnostic_web = 0.3738

Close [X]
×