kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Dorong pengembangan panas bumi, beleid pendukung ditargetkan rampung tahun ini


Senin, 06 April 2020 / 18:26 WIB
Dorong pengembangan panas bumi, beleid pendukung ditargetkan rampung tahun ini
ILUSTRASI. Ilustrasi Pembangunan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

Ia melanjutkan, biaya investasi pada proses eksplorasi panas bumi memang tergolong tinggi sehingga kurang menarik minat para investor.

Hal tersebut dibarengi pula dengan kompensasi yang diperoleh badan usaha melalui harga listrik panas bumi yang dinilai belum sesuai dengan keekonomian.

"Dampaknya, penawaran WKP oleh pemerintah kurang diminati," ungkap Ida.

Baca Juga: Permen ESDM Nomor 4/2020 tentang energi terbarukan terbit, apa saja poinnya?

Ida melanjutkan, pengembangan panas bumi memiliki tingkat risiko yang berbeda di setiap tahapan. Ketersediaan data geosains sebelum pengeboran eksplorasi panas bumi akan menentukan tingkat keberhasilan pengeboran sumur panas bumi.

Selain itu, ketersediaan data 3G dan magnetotellurik serta landaian suhu diklaim dapat menurunkan kegagalan pengeboran menjadi 50%.

"Keberhasilan pengembangan panas bumi akan meningkat secara signifikan setelah dilakukan pengeboran eksplorasi, yaitu drilling success ratio meningkat dari 40-50% menjadi 70-80%," tandas Ida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×