kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Dorong pengembangan panas bumi, beleid pendukung ditargetkan rampung tahun ini


Senin, 06 April 2020 / 18:26 WIB
Dorong pengembangan panas bumi, beleid pendukung ditargetkan rampung tahun ini
ILUSTRASI. Ilustrasi Pembangunan PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi)


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

Ia melanjutkan, biaya investasi pada proses eksplorasi panas bumi memang tergolong tinggi sehingga kurang menarik minat para investor.

Hal tersebut dibarengi pula dengan kompensasi yang diperoleh badan usaha melalui harga listrik panas bumi yang dinilai belum sesuai dengan keekonomian.

"Dampaknya, penawaran WKP oleh pemerintah kurang diminati," ungkap Ida.

Baca Juga: Permen ESDM Nomor 4/2020 tentang energi terbarukan terbit, apa saja poinnya?

Ida melanjutkan, pengembangan panas bumi memiliki tingkat risiko yang berbeda di setiap tahapan. Ketersediaan data geosains sebelum pengeboran eksplorasi panas bumi akan menentukan tingkat keberhasilan pengeboran sumur panas bumi.

Selain itu, ketersediaan data 3G dan magnetotellurik serta landaian suhu diklaim dapat menurunkan kegagalan pengeboran menjadi 50%.

"Keberhasilan pengembangan panas bumi akan meningkat secara signifikan setelah dilakukan pengeboran eksplorasi, yaitu drilling success ratio meningkat dari 40-50% menjadi 70-80%," tandas Ida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×