kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.991   6,00   0,03%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Dorong pengurangan emisi karbon, PLN kembangkan sertifikat EBT


Kamis, 23 Januari 2020 / 15:41 WIB
Penandatanganan kerjasama antara PLN dan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) di bidang asistensi teknis inovasi produk EBT di Jakarta, Kamis (23/1)


Reporter: Dimas Andi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mengurangi emisi karbon terus dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Salah satunya dengan mengembangkan produk Renewable Energy Certificate (REC) atau sertifikat penggunaan EBT.

REC sendiri diperlukan oleh para pelaku usaha demi mendapat pengakuan dari dunia internasional bahwa mereka berpartisipasi dan komitmen menggunakan EBT dalam kegiatan operasionalnya.

Untuk mengembangkan REC, PLN bekerja sama dengan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) Indonesia. Kerja sama tersebut tertuang dalam nota kesepahaman asistensi teknis inovasi produk EBT.

Baca Juga: PLN targetkan tambahan 167 stasiun pengisian kendaraan listrik tahun 2020

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, nantinya PLN dan CEIA Indonesia bekerja sama melakukan studi dan penelitian tentang REC yang disesuaikan dengan kondisi ketenagalistrikan di Indonesia.

Diharapkan REC akan menjadi produk layanan PLN dalam mendukung perkembangan penggunaan pembangkit EBT di Indonesia. Keberadaan REC juga diyakini akan menciptakan pangsa pasar yang lebih luas bagi EBT.

Sekadar catatan, hingga Desember tahun lalu PLN sudah mengoperasikan pembangkit listrik berbasis EBT sebesar 7,68 gigawatt (GW). Ditargetkan, tahun 2025 nanti PLN dapat mengoperasikan pembangkit EBT lebih dari 15 GW.

Adapun untuk saat ini, PLN akan fokus mengeluarkan sertifikat EBT tersebut ke perusahaan-perusahaan sektor komersial dan industri.

Baca Juga: PLN Akan Memacu Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT)

"Dahulu pelaku usaha terpaksa memakai REC yang berbasis internasional dan harus keluar biaya mahal. Kami menginisiasi agar kebutuhan REC bisa dipasok dari dalam negeri," ungkap Darmo saat ditemui Kontan.co.id, Kamis (23/1).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×