Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya meminta implementasi kebijakan mandatori Biodiesel B50 harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem industri bioenergi di dalam negeri secara terintegrasi.
Bambang mengapresiasi langkah pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang resmi mengimplementasikan mandatori Biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem bioenergi nasional, mempercepat hilirisasi sumber daya alam, serta memperkokoh ketahanan energi Indonesia.
Baca Juga: Erajaya Swasembada Tebar Dividen Tunai Rp 389,62 Miliar dari Laba Tahun Buku 2025
Dia bilang, di tengah dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi global, pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik menjadi strategi yang tepat untuk memperkuat kemandirian energi nasional.
"Program B50 bukan sekadar meningkatkan persentase campuran biodiesel, tetapi menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem bioenergi nasional yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kepastian kebijakan seperti ini akan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha untuk terus berinvestasi dalam pengembangan industri bioenergi nasional," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7/2026).
Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan, kebijakan ini juga diyakini memberikan dampak positif yang besar terhadap penguatan fiskal negara melalui subtitusi impor bahan bakar minyak jenis solar.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi B50 diproyeksikan meningkatkan kebutuhan biodiesel nasional menjadi sekitar 17,6 juta kiloliter pada 2026 serta berpotensi menghemat devisa negara sekitar Rp 157 triliun melalui pengurangan impor solar.
"Kami berharap implementasi B50 menjadi pijakan untuk mempercepat pengembangan bioenergi nasional, termasuk bioetanol dan bahan bakar nabati lainnya. Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu negara terdepan dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan," pungkasnya.
Baca Juga: Kemendag Desak PLN Penuhi Hak Konsumen Usai Pemadaman Listrik di Sumatra dan Jawa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














