kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dua program percepatan penyediaan listrik PLN


Selasa, 22 Agustus 2017 / 18:23 WIB
Dua program percepatan penyediaan listrik PLN


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Rasio kelistrikan Indonesia masih berkisar di angka 97%. Ini berarti masih ada wilayah Indonesia yang belum mendapatkan pasokan listrik. Untuk itu, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencanangkan dua program khususu untuk mempercepat penyediaan listrik di seluruh wilayah Indonesia terutama desa 3T (terluar, terdepan dan tertinggal).

Pertama, listrik masuk desa (lisdes). "Pemerintah menugaskan PLN untuk membangun jaringan listrik," ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan seperti dikutip dari laman www.esdm.go.id, Selasa (22/8).

Program listrik pedesaan ini akan menyasar ke 10.000 desa hingga 2019 yang selama ini penyediaan listriknya ala kadarnya atau limited services. "Saya akan usahakan sampai 2019 ini minimal ada lampunya walaupun belum bisa pasang TV," sambungnya.

Kedua, pembagian Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). "Ada 2.519 desa tanpa jaringan listrik sama sekali. Untuk menjembatani ini melalui Peraturan Presiden (Nomor 47 tahun 2017), Pemerintah membangun independent home solar system. Jadi dipasang tenaga surya yang kecil paling tidak bisa menerangi 4 lampu," jelas Jonan.

Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan, Maritje Hutapea menambahkan, pembagian dan pemasangan LTSHE akan jadi fokus pemerintah saat ini dan tahun depan di subsektor EBTKE. "Yang penting (semua wilayah) terang dulu, sambil menunggu jaringan (listrik) masuk" ujar Maritje.

Maritje berharap, penyediaan listrik ini mampu mendorong masyarakat untuk menciptakan kegiatan-kegiatan produktif ke depannya. "Listrik ini tidak hanya untuk penerangan, justru yang lebih penting itu listrik digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang produktif," ujar Maritje.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×