kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Dukung kemandirian ekonomi, Korindo ajari masyarakat Papua bercocok tanam


Jumat, 25 Oktober 2019 / 08:05 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Program budi daya tanaman yang sudah digalakkan Korindo sejak tahun 2018 ini memang bertujuan untuk memotivasi masyarakat untuk lebih memanfaatkan lingkungan sekitar, di mana masih banyak pekarangan atau lahan yang tidak terpakai.

Hasil panen pun bisa dijual kembali untuk menambah pemasukan bagi keluarga. Dengan demikian, kegiatan bercocok tanam ini dapat meningkatkan pendapatan hasil yang lebih baik untuk perekonomian masyarakat di pedalaman Papua.

koBaca Juga: Korindo beri beasiswa anak-anak Papua lanjutkan studi di Instiper Yogyakarta

Bahkan menurut pengakuan Davit Igiti, Ketua Marga Igiti di Kampung Asiki, Distrik Jair, Boven Digoel, hasil panen sayur dari program budi daya tanaman yang juga dilakukan di kampungnya sudah berhasil dijual ke luar kampung.

Hasil penjualan pun digunakan warga untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangga, seperti beras dan bermanfaat meningkatkan perekonomian warga sekitar.

“Kami berharap adanya bantuan budi daya tanaman ini mampu memotivasi masyarakat untuk memiliki kemauan mengolah lahannya sendiri, sehingga bisa lebih mandiri di masa depan,” jelas Robi Sinai.

Program budidaya sayuran ini tentu saja disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat. Kelompok Tani juga mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan dan bimbingan yang diberikan dalam kegiatan budidaya tanaman sayuran.

Menurut mereka, kegiatan budidaya tanaman sayur ini juga membantu para mama Papua untuk mengisi kegiatan sehari-hari yang bermanfaat.

“Terima kasih untuk perusahaan yang sudah memperhatikan kami dan mengajarkan kami bercocok tanam. Kami berharap semoga hasil dari bercocok tanam ini mampu memperbaiki perekonomian kami,” ujar Keristina Kawap, Koordinator Kelompok Tani di Camp 19.

Respon yang positif serta dukungan penuh juga ditunjukkan oleh Dinas Pertanian. Kusaeri selaku petugas dari Dinas Pertanian Kabupaten Boven Digoel menyatakan bahwa pihaknya akan selalu siap membantu bila ada yang diperlukan dari segi teknis dalam program ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×