kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45839,62   -5,89   -0.70%
  • EMAS1.349.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Edgepoint Infrastructure Bangun 15.000 Menara di 3 Negara


Selasa, 11 Juni 2024 / 17:29 WIB
Edgepoint Infrastructure Bangun 15.000 Menara di 3 Negara
ILUSTRASI. EdgePoint Infrastructure ('EdgePoint') telah meluncurkan program “Connectivity for Communities” - sebuah inisiatif tanggung jawab perusahaan regional yang bertujuan untuk menyediakan akses konektivitas bagi para siswa di komunitas yang kurang terlayani.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan infrastruktur telekomunikasi independen EdgePoint Infrastructure (EdgePoint) baru saja merampungkan pembangunan 15.000 menara di Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Pencapaian ini ditandai dengan penyelesaian menara ke-15.000 di Kecamatan Karangwareng, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia.

Chief Executive Officer EdgePoint Infrastructure, Suresh Sidhu mengatakan, pencapaian ini tak hanya sekadar angka, tetapi juga menjadi bukti komitmen EdgePoint untuk membangun ASEAN yang lebih terhubung dan digital. Pembangunan 15.000 menara ini berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 3 tahun sejak berdirinya perusahaan.

“Dengan menyediakan infrastruktur, EdgePoint mendukung pertumbuhan ASEAN dan memastikan akses internet yang adil. Kami sangat antusias terhadap masa depan di ASEAN dan berharap dapat bekerja sama dengan seluruh stakeholder untuk lebih memajukan lanskap digital di kawasan ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (10/6).

Baca Juga: Centratama&EdgePoint Infrastructure Dirikan Perpustakaan Digital di Sekolah Pinggiran

Sebagai informasi, EdgePoint Infrastructure didirikan pada tahun 2020 di Malaysia. Perusahaan ini mulai berekspansi ke Indonesia pada tahun 2021, kemudian berlanjut ke Filipina tahun 2022. Sejak pendiriannya, EdgePoint telah bekerja sama dengan semua Operator Jaringan Seluler (MNO) terkemuka guna memperluas konektivitas melalui kemitraan dengan pelanggan non-MNO serta menerapkan infrastruktur masa depan.

Tahun lalu, EdgePoint memperkuat posisinya sebagai mitra pembangunan di negara operasional dengan memperluas jangkauan geografis dan meningkatkan konektivitas. Beberapa wilayah yang dilayani diantaranya seperti Sabah di Malaysia, Visayas dan Palawan di Filipina, serta Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×