kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ekonomi dunia lemah, harga karet belum bisa melar


Jumat, 02 Mei 2014 / 16:45 WIB
Ekonomi dunia lemah, harga karet belum bisa melar
Drama Korea Connect dibintangi Jung Hae In, inilah sinopsis hingga link nonton sub Indo dan para pemeran Connect di Disney+ Hotstar Indonesia.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Hingga kuartal awal kuartal II tahun ini, harga karet alam di pasar internasional masih belum dapat melar yakni di bawah US$ 3 per kilogram (kg). Faktor penyebabnya tidak lain karena melemahnya perekonomian dunia.

Muhammad Luthfi Menteri Perdagangan mengatakan, pertumbuhan perekonomian di China tahun ini yang terkoreksi menjadi 7,5% mengakibatkan persoalan struktural. Selain itu, persoalan politik di Thailand yang belum selesai turut memperburuk situasi perkaretan.

Seperti diketahui, Thailand merupakan salah satu anggota konsorsium produsen karet yang tergabung dalam International Tripartite Rubber Council (ITRC) dengan produksi paling tinggi dibanding negara lain seperti Indonesia dan Malaysia.

Meski demikian, Lutfi optimis tren harga karet akan kembali melambung lagi seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. "Karet bertalian langsung dengan harga minyak, harga minyak ke depan tendensinya naik," ujar Lutfi, Jumat (2/5).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×