kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

Ekspansi Express tunggu alih saham


Selasa, 25 Agustus 2015 / 10:06 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Niat PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menambah armada taksi mulai kuartal II-2015 sepertinya tidak bisa berjalan tepat waktu. Perusahaan operator taksi ini masih harus menunggu proses sang induk Rajawali Corpora melepas 51% saham TAXI kepada PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).

Padahal, Express sejak awal tahun ini sudah berencana membeli 500 unit taksi reguler sebagai upaya peremajaan armada. Semula penambahan armada tersebut akan berlangsung mulai kuartal II hingga kuartal IV 2015.

Tapi sampai akhir kuartal kedua ini, realisasi rencana tersebut belum terlaksana. "Kami masih menunggu agak rigid sehingga tidak bisa menentukan penggunaan capital expenditure," ujar David Santoso, Direktur Keuangan Express Transindo Utama kepada KONTAN, Jumat (21/8).

Ia memperkirakan kondisi perusahaan baru bisa kembali normal pada kuartal IV nanti.Saat itu, ia prediksi, proses  transaksi pembelian saham bisa selesai. Maklum, sebagai perusahaan terbuka, proses pengambilalihan saham memang butuh waktu lama.

Selain itu, Express Transindo juga rada khawatirdengan kondisi makro ekonomi yang tengah tidak menentu. Situasi ini justru bisa berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. "Apalagi saat ini banyak perusahaan aplikasi (transportasi) yang memberikan bonus di luar kewajaran. Ini sedikit banyak berdampak ke bisnis kami," ungkapnya.

Menurut David, kehadiran aplikasi transportasi, terutama beroda dua,  yang lagi naik daun ini bisa menurunkan kinerja perusahaan taksi. Tanpa merinci, ia menyebut rata-rata penurunan pendapatan pengemudi taksi bisa mencapai 10% - 20% pada hari biasa.

Meski begitu, manajemen Express menilai kehadiran aplikasi transportasi ini hanya bersifat sementara saja. Perusahaan ini menyatakan masih optimistis kinerja pada semester II-2015 bisa lebih baik dari semester pertama.

Salah satu upayanya adalah mengembangkan infrastruktur teknologi informasi (TI).  Express hampir merampungkan pemasangan alat pesanan elektronik atau rapid dispatch system (RDS) untuk 200 taksi regular yang dioperasikan di Medan.

Kata David, saat ini pihaknya tengah mencoba melanjutkan pemasangan di Jakarta. "Kami juga sedang menyiapkan kerjasama pembayaran dengan Kartuku," imbuhnya.

Nanti, Express Card yang dipakai untuk membayar jasa taksi juga bisa untuk berbelanja di ritel modern. Sejauh ini, Express dan mitra kerja yang belum mau disebut identitasnya ini masih tahap diskusi. Di proyeksi, layanan ini bisa berjalan kuartal IV-2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×