kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Eksplorasi Blok MNK Selat Panjang, Sugih Energy (SUGI) butuh dana US$ 27,95 Juta


Kamis, 27 Desember 2018 / 17:03 WIB

Eksplorasi Blok MNK Selat Panjang, Sugih Energy (SUGI) butuh dana US$ 27,95 Juta
ILUSTRASI. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sugih Energy Tbk (SUGI) membutuhkan dana sebesar US$ 27,95 juta untuk mengeksplorasi Blok Minyak dan Gas Non Konvensional (MNK) Selat Panjang di Riau. Total dana tersebut digunakan untuk dua tahap eksplorasi selama enam tahun. 

Bujet untuk eksplorasi pertama terdiri atas G & G study di tahun pertama sebesar US$ 100.000, survei seismik 2D di tahun kedua sebesar US$ 3,6 juta, dan pembuatan satu sumur eksplorasi di tahun ketiga senilai US$ 8,1 juta. Jadi, total bujet untuk eksplorasi di tiga tahun pertama sebesar US$ 11,8 juta.


Pada eksplorasi kedua, masing-masing dana yang dibutuhkan adalah untuk G & G study di tahun keempat sebesar US$ 350.000, seismik 3D di tahun kelima sebesar US$ 4,5 juta, dan satu sumur eksplorasi senilai US$ 11,3 juta. Maka, total bujet untuk eksplorasi tahap kedua sebesar US$ 16, 15 juta.

"Namun, karena masih tahap awal, total bujet tersebut masih bisa berkurang," ujar Direktur SUGI Dindot Soebandrio di sela-sela acara paparan publik (public expose) SUGI, Kamis (27/12).

Namun, Petroselat Ltd sebagai pengelola Blok Selat Panjang belum melakukan semua program firm commitment exploration yang sudah disetujui pemerintah lantaran masih menunggu sumber pendanaan. "Para investor juga masih menunggu," Dindot. Firm commitment tersebut terdiri atas G & G study, survei seismik 2D, dan 1 sumur pemboran.

SUGI sendiri sudah mengantongi persetujuan SKK Migas terkait program kerja dan anggaran (work program and budget/ WP & B) yang terdiri atas EBA (Enviromental Baseline Assessment/kajian rona lingkungan awal) dan G & G study.

Sementara itu, skema kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) untuk jangka waktu eksplorasi di Blok MNK Selat Panjang sudah ditandatangani pada 22 Mei 2015. Kontrak tersebut akan berakhir sejak enam tahun setelah ditandatangani, yakni pada 22 April 2021. Sebelumnya, Petroselat Ltd sebagai pengelola Blok Selat Panjang telah dinyatakan pailit oleh pemerintah pada 5 Juli 2017.


Reporter: Aldo Fernando
Editor: Yoyok
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 2.0763 || diagnostic_api_kanan = 0.0005 || diagnostic_web = 2.2453

Close [X]
×