kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.565   12,00   0,07%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekspor furnitur ke Cina bakal meningkat 15%


Selasa, 23 September 2014 / 16:53 WIB
ILUSTRASI. Syarat, Biaya, dan Cara membuat SIM C secara Online lewat Aplikasi. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.


Reporter: Handoyo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ekspor furnitur Indonesia ke Cina diproyeksi akan semakin meningkat. Dengan dibukanya House of Indonesia atau Rumah Indonesia di negeri tirai bambu tersebut, peningkatan ekspor produk furnitur dapat mencapai 10%-15% dari tahun lalu yang mencapai US$ 25 juta.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, House of Indonesia tersebut merupakan gerai yang memamerkan dan memasarkan produk dalam negeri terutama furnitur. Di Cina sendiri, House of Indonesia di bangun pada empat lokasi yakni Shanghai, Tianjin, Iwu, dan Nanning.

Catatan Kementerian Perdagangan (Kemendag), ekspor produk furnitur Indonesia pada tahun 2013 lalu mencapai US$ 1,8 miliar. "Ini terus terang agak terlalu kecil dilihat dari potensi kita maupun besarnya pasar di Cina," kata Bayu, Selasa (23/9).

Untuk tahun ini Kemendag memproyeksikan ekspor furnitur akan tumbuh hingga mencapai US$ 2 miliar. Peningkatan ini dikarenakan semakin diterimanya penerapan sertifikasi legalitas kayu atau SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×