kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ekspor konsentrat Amman Mineral terancam disetop


Minggu, 23 Juli 2017 / 20:31 WIB
Ekspor konsentrat Amman Mineral terancam disetop


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Azis Husaini

JAKARTA. Ekspor konsentrat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) tidak lama lagi akan kadaluarsa karena sampai saat ini belum juga menyerahkan Rencana Kerja pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian. Maka, kegiatan ekspor terancam dicabut pada 15 Agustus bulan depan. Dengan belum menyerahkan rencana kerja pembangunan smelter itu. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah mengiriman surat teguran kepada pihak Amman Mineral.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bambang Susigit membenarkan bahwa pihaknya sudah memberikan surat peringatan supaya Amman Mineral segera menyerahkan rencana kerja tersebut. "Sampai saat ini belum menyerahkan, kita kirimkan surat tapi belum ada respon dari Amman Mineral," terangnya kepada KONTAN, Minggu (23/7).

Asal tahu saja, Amman Mineral diberikan volume ekspor sebesar 675.000 WMT konsentrat tembaga berdasarkan Surat Persetujuan Nomor 353/30/DJB/2017, tanggal 17 Februari 2017. Namun sayangnya Bambang belum bisa memberikan jelas berapa volume ekspor yang sudah tercapai.

Bambang menambahkan, sejauh ini juga Amman Mineral belum menunjuk tim verifikator indpendent. Padahal, kata Bambang, tim itu dibentuk untuk mengevaluasi perkembangan pembangunan smelter per enam bulan ke depannya.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menunjuk tiga perusahaan BUMN sebagai verifikator yakni PT Surveyor Indonesia, PT Rekayasa Industri dan PT Sucofindo. "Paling lambat rencana kerja diajukan 15 Agustus. Kalau tidak ya sesuai aturannya di stop," tandasnya.

Amman Mineral berencana membangun smelter di Nusa Tenggara Barat (NTB) berkapasitas 1,5 juta ton per tahun dengan biaya investasi US$ 1 miliar. Sayangnya ketika dihubungi Juru Bicara Amman Mineral, Rubi Purnomo belum menjawab pertanyaan KONTAN. Tapi sebelumnya, Presiden Direktur Amman Mineral, Rahmad Makkasau mengatakan segera mengajukan rencana kerja pembangunan smelter tersebut. Dan membuka peluang bekerjasama membangun smelter dengan pihak manapun khususnya juga PT Freeport Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×