kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekspor mineral mentah dibuka, perusahaan tetap dorong pembangunan smelter


Rabu, 28 April 2021 / 19:45 WIB
Ekspor mineral mentah dibuka, perusahaan tetap dorong pembangunan smelter


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Handoyo .

Adapun kapasitas 900 ribu ton tersebut telah disesuaikan dari rencana kapasitas sebelumnya, yang mencapai 1,3 juta ton per tahun. Penyesuaian kapasitas tersebut dilakukan karena adanya tantangan pembangunan akibat pandemi COVID-19. “Kami harus meningkatkan protokol pencegahan penyebaran virus dengan membatasi akses keluar masuk area smelter yang berada di wilayah operasional kami," jelasnya.

Selain itu, disebutkan kalau para mitra bisnis Amman juga mengalami pembatasan perjalanan dinas. Meskipun begitu, perusahaan tersebut berupaya untuk cepat beradaptasi agar terus dapat mencapai target yang sudah ditetapkan. Dengan kapasitas yang lebih rendah, maka target jadwal penyelesaian proyek harapannya bisa tercapai.

Di samping itu, penyesuaian juga dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas suplai konsentrat yang dapat diproduksi dari Batu Hijau dan potensi blok Elang ke depannya. Saat ini beberapa konsorsium EPC (Engineering, Procurement, and Construction) - kontraktor yang membangun smelter - sedang dalam tahap final evaluasi.

Ke depan, Amman menargetkan untuk menyelesaikan proses penentuan pemenang tender EPC dalam waktu dekat. Proses perizinan terkait konstruksi, logistik, dan bangunan juga terus dijalankan secara parallel dengan dukungan pemerintah daerah.

Verifikasi kemajuan proyek smelter periode Agustus 2020 hingga Januari 2021 telah selesai pada Maret 2021 lalu. Dari hasil verifikasi tersebut, total kemajuan fisik smelter Amman mencapai 26.6% dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 26.7%.

Artinya, persentase pencapaian kemajuan fisik terhadap rencana pembangunan sampai dengan Januari 2021 adalah sebesar 99,35%, melampaui target minimal 90% setiap 6 bulan. Keberhasilan Amman untuk terus mencapai target yang ditetapkan pemerintah merupakan wujud komitmen Amman dalam mendukung upaya pemerintah membangun industri turunan.

Proyek Strategis Nasional tersebut juga merupakan hasil dari koordinasi baik Amman dengan Kementerian ESDM dan juga Kemenko Perekonomian.

Selanjutnya: BKPM teken MoU dengan China ENFI untuk investasi proyek smelter tembaga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×