kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.663   -1,00   -0,01%
  • IDX 6.624   -12,76   -0,19%
  • KOMPAS100 866   -1,06   -0,12%
  • LQ45 656   -1,54   -0,23%
  • ISSI 231   0,70   0,31%
  • IDX30 367   -1,05   -0,29%
  • IDXHIDIV20 454   -0,83   -0,18%
  • IDX80 99   -0,05   -0,05%
  • IDXV30 126   0,60   0,48%
  • IDXQ30 117   -0,38   -0,32%

Ekspor minyak sawit tahun 2019 naik 4,2% jadi 36,1 juta ton, bagaimana di tahun 2020?


Senin, 03 Februari 2020 / 18:05 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Pematang Raman, Kumpeh, Muarojambi, Jambi, Jumat (15/2/2019). Gapki mencatat, ekspor CPO termasuk produk turunannya di 2019 sebesar 36,17 juta ton atau tumbuh 4,2% dari tahun 2018. ANTARA FOTO/Wahdi S


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi

Sementara, tujuan ekspor produk oleokimia dan biodiesel terbesar adalah China sebesar 825.000 ton dan Uni Eropa sebesar 512.000 ton.

Joko mengaku belum bisa memproyeksi berapa besar ekspor minyak sawit di 2020. Namun dia mengatakan, India dan China masih menjadi pasar yang penting bagi produk minyak sawit Indonesia di 2020.

Baca Juga: Ini saham emiten CPO pilihan analis

Joko juga memperkirakan, isu yang mempengaruhi ekspor minyak sawit tahun ini masih berkaitan dengan masalah keberlanjutan dari negara Uni Eropa dan adanya masalah virus di corona di China.

Namun, berkaitan dengan virus Corona, Joko meyakini persoalan ini hanya sementara, dan China dianggap mampu menyelesaikan masalah ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×