kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekspor produk kayu diproyeksikan hanya naik tipis


Jumat, 28 Februari 2014 / 15:40 WIB
Blade, Deadpool 3, Fantastic Four hingga Avengers: Secret Wars, film-film Marvel terbaru ini undur jadwal tayangnya.


Reporter: Handoyo | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang efektif berlaku pada awal tahun ini tampaknya tidak terlalu signifikan mendongkrak kinerja ekspor produk kayu Indonesia. Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun ini hanya memperkirakan peningkatan nilai ekspor produk kayu sekitar 5%-7% dibandingkan tahun lalu.

Bayu Krisnamurthi Wakil Menteri Perdagangan mengatakan, tahun lalu ekspor produk kayu Indonesia mencapai US$ 10 miliar. Perinciannya, sebanyak US$ 4 miliar disumbang dari ekspor kertas, US$ 2 miliar dari ekspor kayu lapis, US$ 1,5 miliar dari pulp atau bubur kertas. Sedangkan sisanya dari mebel dan furnitur.

Pasar ekspor produk kayu asal Indonesia cukup beragam. Bayu bilang, setidaknya tahun lalu ekspor produk kayu ke Jepang mencapai US$ 2 miliar, China US$ 1,5 miliar, Amerika Serikat (AS) dan Eropa masing-masing US$ US$ 1 miliar.

"Dengan sistem ini Indonesia mempunyai daya saing lebih tinggi dibandingkan negara lain, Indonesia salah satu yang pertama mempunyai sistem serupa dengan UETR (EU Timber Regulation)," kata Bayu, Jumat (28/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×