CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.671   44,00   0,25%
  • IDX 6.428   -113,68   -1,74%
  • KOMPAS100 847   -11,52   -1,34%
  • LQ45 643   -6,98   -1,07%
  • ISSI 222   -4,86   -2,14%
  • IDX30 357   -3,96   -1,10%
  • IDXHIDIV20 446   -3,54   -0,79%
  • IDX80 97   -1,11   -1,14%
  • IDXV30 124   -1,05   -0,84%
  • IDXQ30 115   -0,91   -0,79%

Ekspor tersendat, produksi biodiesel turun


Selasa, 18 Juli 2017 / 11:02 WIB


Reporter: | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ekspor biodiesel saat ini masih tersendat. Meskipun dumping dari Amerika Serikat (AS) belum diputuskan tetapi ekspor biodiesel Indonesia saat ini masih belum meningkat signifikan. Hal tersebut jauh berbanding dengan tahun lalu yang bisa mencapai 400.000 kiloliter (kl).

"Tahun ini ekspor relatif turun karena persaingan harga," ujar Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) kepada KONTAN, Senin (17/7).

Tidak hanya di AS, ekspor biodiesel pun saat ini masih tersendat. Hal tersebut dipengaruhi oleh persaingan harga. Selain itu juga dumping dari Eropa membuat kehilangan pasar ekspor yang besar.

Produksi biodiesel pun tahun 2017 ini diperkiran turun. Perkiraan produksi biodiesel tahun ini sebesar 2,5 juta kl. Sedangkan tahun sebelumnya mencapai 3 juta kl. Penurunan produksi akibat dari penghentian produksi selama Mei hingga Juni akibat kebijakan pemerintah.

Mengenai dumping dari AS, Paulus menyatakan bahwa saat ini masih dalam proses menunggu keputusan dari AS. Pihak Indonesia telah menyampaikan hasil survey. Rencananya sekitar September akan diumumkan hasilnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×