kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Ekspor tersendat, produksi biodiesel turun


Selasa, 18 Juli 2017 / 11:02 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Ekspor biodiesel saat ini masih tersendat. Meskipun dumping dari Amerika Serikat (AS) belum diputuskan tetapi ekspor biodiesel Indonesia saat ini masih belum meningkat signifikan. Hal tersebut jauh berbanding dengan tahun lalu yang bisa mencapai 400.000 kiloliter (kl).

"Tahun ini ekspor relatif turun karena persaingan harga," ujar Paulus Tjakrawan, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) kepada KONTAN, Senin (17/7).

Tidak hanya di AS, ekspor biodiesel pun saat ini masih tersendat. Hal tersebut dipengaruhi oleh persaingan harga. Selain itu juga dumping dari Eropa membuat kehilangan pasar ekspor yang besar.

Produksi biodiesel pun tahun 2017 ini diperkiran turun. Perkiraan produksi biodiesel tahun ini sebesar 2,5 juta kl. Sedangkan tahun sebelumnya mencapai 3 juta kl. Penurunan produksi akibat dari penghentian produksi selama Mei hingga Juni akibat kebijakan pemerintah.

Mengenai dumping dari AS, Paulus menyatakan bahwa saat ini masih dalam proses menunggu keputusan dari AS. Pihak Indonesia telah menyampaikan hasil survey. Rencananya sekitar September akan diumumkan hasilnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×