kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

El Nino Tekan Industri, IKI September Turun ke Level 51,93


Rabu, 30 September 2026 / 15:10 WIB
El Nino Tekan Industri, IKI September Turun ke Level 51,93
ILUSTRASI. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada September 2026 masih berada di zona ekspansi, meski mengalami perlambatan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada September 2026 masih berada di zona ekspansi, meski mengalami perlambatan.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat IKI September 2026 berada di level 51,93, turun 0,37 poin dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 53,10.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, pelemahan IKI salah satunya dipengaruhi dampak super El Nino yang mulai dirasakan sejumlah pelaku industri di dalam negeri.

“Di dalam negeri juga ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Beberapa di antaranya adalah super El Nino, yang sudah mulai dirasakan oleh beberapa industri,” kata Febri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: KEK Industropolis Batang Pacu Sport Tourism

Meski turun, IKI September masih berada di atas level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi. Artinya, aktivitas industri nasional secara umum masih berada dalam fase ekspansi.

Selain faktor domestik, kondisi eksternal turut memengaruhi kinerja industri. Salah satunya berasal dari harga bahan bakar minyak (BBM) global yang masih tinggi. Kondisi tersebut dinilai memberikan tekanan terhadap industri, baik dari sisi biaya produksi maupun permintaan.

Pada September 2026, sebanyak 15 dari 23 subsektor industri yang dianalisis Kemenperin masih mencatat ekspansi. Subsektor dengan nilai IKI tertinggi antara lain industri makanan dan minuman (KBLI 11) serta industri angkutan lainnya (KBLI 30).

Sementara itu, delapan subsektor masih mengalami kontraksi. Subsektor tersebut mencakup industri kulit, furnitur dan barang anyaman bambu-rotan sejenisnya, industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman, karet dan barang dari karet dan plastik, komputer, serta industri mesin.

Dari sisi variabel pembentuk IKI, indeks pesanan baru masih tumbuh 0,27 poin menjadi 53,40. Namun, indeks produksi justru turun 1,32 poin menjadi 53,78. 

Baca Juga: Erajaya (ERAA) Bidik Pertumbuhan Bisnis Food & Nourishment

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×