kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Elnusa (ELSA) Cari Alternatif untuk Optimalisasi Aset yang Belum Terutilisasi


Selasa, 05 Maret 2024 / 07:00 WIB
Elnusa (ELSA) Cari Alternatif untuk Optimalisasi Aset yang Belum Terutilisasi
ILUSTRASI. PT Elnusa Tbk (ELSA) masih mencari alternatif solusi dalam mengoptimalkan aset-aset yang belum terutilisasi . KONTAN/Muradi/2015/05/06


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan jasa energi, PT Elnusa Tbk (ELSA) masih mencari alternatif solusi dalam mengoptimalkan aset-aset yang belum terutilisasi atau tingkat keterpakaian secara maksimal. Aset-aset yang tidak produktif dioptimalisasi tersebut seperti kapal survei Elsa Regent yang belum beroperasi.

Manager of Corporate Communications Elnusa, Jayanty Oktavia Maulina mengatakan, Elnusa masih terus mencari alternatif solusi dalam mengoptimalkan aset-aset yang belum terutilisasi secara maksimal.

Jayanty atau kerap disapa Anty menjelaskan, langkah yang dilakukan antara lain berinteraksi dan berkomunikasi secara berkesinambungan bersama PHE sebagai induk usaha maupun seluruh Regional sebagai user langsung pengguna aset-aset Elnusa seperti untuk Hydraulic Workover Unit, Coiled Tubing Unit, Cementing dan peralatan-peralatan Pendukung jasa migas lainnya.

Baca Juga: ELSA Siapkan Belanja Modal 2024 Rp 526 Miliar, Mayoritas Dialokasikan ke Jasa Hulu

"Untuk Elsa Regent, saat ini kami masih terus berupaya untuk mencari alternatif solusi di antaranya penjajakan investasi untuk memperbarui teknologi seismic pada vessel tersebut dan melengkapi kapasitas peralatan Elsa Regent, hingga alternative untuk menggandeng partner dengan pemilik teknologi untuk bisa melayarkan kembali Elsa Regent," kata Anty kepada KONTAN, Senin (4/3).

Untuk menghemat cost agar tidak bertambah besar, Anty bilang Elnusa terus berusaha mengoptimalkan cost yang akan dikeluarkan. Saat ini, menonaktifkan Elsa Regent juga merupakan salah satu upaya untuk menekan biaya yang akan muncul, hingga Elsa Regent mendapatkan prospek serta alternatif yang lebih sesuai dengan profile risiko juga keekonomian Elnusa.

Sementara itu, kata Anty, pada tahun ini potensi bisnis Elnusa masih sebagian besar tetap didukung dari Pertamina Group, baik Subholding Upstream, Subholding Commercial & Trading maupun Subholding lainnya.

"Kendati demikian, peluang pasar dari klien non Pertamina juga tetap kami jajaki sesuai dengan arah bisnis dan kompetensi yang dimiliki Elnusa," ujar Anty.

Pada 2023, Elnusa mencatatkan laba bersih senilai Rp 503 miliar atau tumbuh 33% Year on Year (YoY). Sementara itu pendapatan usaha yang dibutukan Elnusa senilai Rp 12,5 triliun tumbuh 2% YoY.

 

Laba bersih tahun buku 2023 dikontribusikan melalui segmen jasa distribusi dan logistik energi sebesar 64%, jasa hulu migas terintegrasi 15% dan jasa penunjang migas 21%.

Segmen jasa hulu migas juga memberikan kontribusi peningkatan laba bersih dari Rp 20,2 miliar pada 2022 menjadi Rp 74,8 miliar pada 2023 atau tumbuh 270%, yakni jasa survei seismik dan aktivitas jasa produksi migas.

Capaian laba bersih tersebut juga tidak terlepas dari kontribusi pada segmen jasa penunjang pada tahun 2022 Rp 52,1 miliar menjadi Rp 107,6 miliar pada 2023 atau tumbuh Rp 106% di antaranya pemanfaatan aset kapal mencapai 80%, pemanfaatan gudang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×