kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Elnusa (ELSA) garap survei seismik di Vietnam


Jumat, 10 Mei 2019 / 20:38 WIB


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Perusahaan penyedia jasa energi PT Elnusa Tbk mengerjakan survei data akuisisi laut di perairan Vietnam. “Pengerjaan ini akan dilakukan dalam waktu dua bulan,” kata Head Investor Relation PT Elnusa Tbk Rifqi Budi Prasetyo, pada Kontan, Senin (6/5).

Nantinya Elsa Regent kapal survei seismik mereka akan berlayar hingga Mei 2019 dengan total Panjang lintasan survei sejauh 7000 km. Sebagai informasi, pihaknya menyebut Elsa Regent merupakan kapal seismik canggih di Indonesia dengan dilengkapi 12 streamer dengan Panjang setiap streamer mencapai 10 km.

Dengan begitu, manajemen ELSA menilai sangat ideal untuk melakukan pekerjaan survei seismik di area lautan luas dan dalam. Sebelumnya ELSA telah merampungkan survei seismik di Laut Andaman yang merupakan salah satu proyek seismik laut 3D terbesar di Indonesia.

Dalam melakukan survei seismik mereka tak hanya memiliki Elsa Regent, tapi mereka juga memiliki nodal yang merupakan teknologi survei seismic yang mampu menangkap segala jenis gelombang seismic dari berbagai arah. Penambahan teknologi ini untuk melengkapi kapabilitas Elnusa dalam jasa akuisisi data seismic baik darat , zona transisi maupun laut.

Dalam siaran pers, Direktur Utama Elnusa, Elizar P. Hasibuan menyampaikan untuk sektor jasa hulu migas ada beberapa peluang yang mereka jajaki antara lain pengembangan pasar baru di luar negeri dan peluang signature bonus eksplorasi dan multiclient seismic, serta bisnis operation and maintenance refinery.

Sebelumnya ia juga menyampaikan ada beberapa proyek yang mereka incar salah satunya di Timur Tengah. Hingga kuartal pertama tahun ini, mereka berhasil mencatatkan pendapatan Rp 1,9 triliun atau meningkat sekitar 31% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,6 triliun. Dengan begitu, mereka juga berhasil mengantongi laba bersih Rp 76 miliar tumbuh 7% dari periode yang sama tahun 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×