Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 35% dari total nilai yang disediakan untuk tahun 2026.
Direktur Keuangan Elnusa Nelwin Aldriansyah menjelaskan, alokasi belanja modal perusahaan tahun ini sebanyak Rp 602 miliar. Sepanjang separuh pertama tahun ini, ia menyebut capex tersebut digunakan untuk menguatkan kapasitas operasional dan peningkatan daya saing bisnis.
"Pada segmen Integrated Upstream, investasi diarahkan pada STPS Navigation, Passive Seismic Geobit C100, Coiled Tubing Unit, dan Cementing Unit," katanya dalam paparan publik virtual, Senin (7/9/2026).
Adapun pada segmen distribusi dan logistik, Nelwin bilang investasi dilakukan perusahaan untuk pengadaan kendaraan tanki BBM, serta pengembangan proyek fasilitas terminal LPG Kolaka. Hingga Juni 2026, progres konstruksi terminal LPG tersebut mencapai 15%.
Baca Juga: Apindo-Kadin Minta EPR Tak Jadi Beban Baru Industri
Sementara itu, pada segmen layanan pendukung dan non-project, capex digelontorkan untuk meningkatkan fasilitas penyimpanan data, memperbaiki infrastruktur gudang, dan renovasi aset pendukung lainnya.
"Kami tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan capex guna memastikan setiap investasi yang kami lakukan memberikan pengembalian yang optimal dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," jelas dia.
Kinerja operasional dan keuangan
Dari sisi kinerja operasional, Elnusa mengungkapkan pertumbuhan pada segmen distribusi dan logistik.
Lini bisnis ini meraup pendapatan Rp 4,92 triliun, meningkat 26,6% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan laba bersih yang melonjak 54,4% yoy ke Rp 293 miliar.
"Segmen sales of goods and energy distribution and logistics services kembali menjadi kontributor terbesar," jelas Nelwin.
Di sisi lain, kinerja segmen jasa hulu migas terintegrasi mencatat penurunan pendapatan sebesar 10,6% yoy ke Rp 2,06 triliun dengan laba bersih yang juga merosot 6% yoy menjadi Rp 99 miliar.
"Walaupun mengalami penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya, kinerja operasional tetap terjaga dengan penyelesaian berbagai proyek strategis," ungkapnya.
Lebih lanjut, segmen jasa pendukung migas juga anjlok 21,6% yoy ke Rp 0,61 triliun dari sisi pendapatan. Meskipun, laba bersih masih mampu tumbuh 2% ke Rp 41,8 miliar.
Dari sisi keuangan, perusahaan meraup total pendapatan sebanyak Rp 7,58 triliun atau meningkat 8,9% yoy, dengan laba bersih yang melonjak 29,2% yoy ke Rp 435 miliar.
Baca Juga: Elnusa (ELSA) Fokus Perluas Jangkauan ke Pasar Global, Bidik India hingga Aljazair
Berdasarkan pasarnya, pasar terafiliasi (affiliated) masih mendominasi dengan kontribusi 78%, sedang pasar pihak ketiga atau non-afiliasi menyumbang 22% ke total pendapatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














