Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) terus memperkuat kapasitasnya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi demi menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika global.
Emiten anak usaha Subholding Upstream Pertamina ini berkomitmen penuh mendukung upaya PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 dalam menggenjot produksi minyak bumi. Langkah taktis tersebut dieksekusi melalui pengerjaan program workover pada 51 sumur migas eksisting di wilayah kerja Sumatra Selatan.
Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo menjelaskan bahwa dalam pengerjaan intervensi sumur ini, pihaknya menerjunkan tim Wireline Services (WLS) untuk memberikan kepastian data. Tim tersebut berperan sebagai penyedia utama untuk jasa layanan wireline logging serta proses perforasi di lapangan.
Baca Juga: Kenaikan BI Rate Tekan Industri Otomotif, Honda Perkuat Strategi Penjualan
Evaluas ini tersebar di lima wilayah operasi utama PEP Zona 4, mulai dari Field Prabumulih, Field Limau, Field Pendopo, Field Adera, hingga menuju Field Ramba.
“Untuk lingkup pekerjaannya, jasa layanan wireline logging dilakukan untuk mengevaluasi kondisi reservoir dan mengidentifikasi potensi hidrokarbon di dalam sumur secara lebih akurat. Selain itu, Elnusa juga melakukan evaluasi integritas casing dan semen pada sumur melalui cement evaluation logging guna memastikan kondisi sumur tetap optimal untuk produksi. Dan pada layanan perforasi, kami melakukan pembukaan lapisan produksi dengan melubangi casing sehingga hidrokarbon dari reservoir dapat mengalir dan diproduksikan ke permukaan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
Guna memastikan efektivitas operasional di lapangan, divisi Wireline Logging Services ELSA mengandalkan teknologi terkini berupa Saturation Logging Tool. Inovasi teknologi mandiri tersebut diklaim mampu mengidentifikasi titik posisi hidrokarbon di dalam reservoir secara jauh lebih presisi.
“Dengan teknologi yang kami miliki sendiri, Elnusa dapat memberikan solusi yang lebih ekonomis dan kompetitif bagi pengguna jasa. Hal ini sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi Pertamina EP Zona 4 secara lebih optimal. Elnusa berperan mendapatkan informasi dan data dari sumur-sumur tua, idle dan suspend yang sebenarnya masih terdapat potensi minyak di dalamnya. Lalu data-data tersebut kami interpretasikan secara tepat dan teliti sehingga dapat membantu peningkatan produksi dari wilayah kerja Pertamina EP Zona 4,” papar Andri.
Langkah pengeboran ulang sumur tua dan berstatus idle ini terbukti efektif menyumbang tambahan produksi minyak sebesar 432 barel per hari (BOPD) sepanjang tahun lalu.
Baca Juga: DEN: Pembatasan BBM dan LPG Subsidi Berpotensi Menghemat Anggaran Rp 183 Triliun
Lebih lanjut, Andri berharap kontribusi berkelanjutan dengan efisiensi tinggi ini bisa terus menopang program pemerintah dalam mengejar target produksi 1 juta barel minyak per hari.
“Kami berharap dapat terus berkontribusi dengan selalu memberikan services terbaik dengan teknologi terbaru, paling efektif, serta ekonomis, dalam mendukung upaya menaikkan produksi migas dari sumur-sumur yang ada di berbagai wilayah di Indonesia,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












