kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Empat BUMN Impor Gula US$ 217 Juta


Selasa, 09 Maret 2010 / 09:00 WIB


Sumber: Kontan | Editor: Test Test

JAKARTA. Empat badan usaha milik negara (BUMN) perkebunan, yaitu PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) telah mengeluarkan dana US$ 217,62 juta untuk impor gula sejak Januari lalu.

Menurut Deputi Bidang Agro Industri, Penerbitan, Kertas dan Percetakan Kementerian BUMN Agus Pakpahan, rata-rata harga gula impor empat BUMN itu berkisar US$ 776 per ton hingga US$ 822 per ton. "Total izin impor gula PTPN dan RNI sebanyak 364.500 ton, namun baru terealisasi 275.000 ton," ujar Agus, Senin (8/3).

Menurut Agus, jumlah realisasi impor dan total belanja US$ 217,62 juta tersebut di luar alokasi dana dan jumlah yang dimiliki Perusahaan Umum Bulog dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). Dua nama perusahaan terakhir belum menyerahkan data realisasi impor gulanya.

Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar, total impor gula kristal putih dari keenam BUMN itu akan mencapai 500.000 ton. "Impor gula tersebut berasal dari China, Thailand, dan India," katanya.

Mustafa bilang, impor gula kristal putih tidak bisa dielakkan, karena sangat tergantung pada situasi iklim yang tidak bisa dipastikan. Kebutuhan gula konsumsi hingga April 2010 mencapai 1,2 juta ton. Sementara stok dalam negeri hanya sekitar 610.000 ton, sehingga terjadi defisit sekitar 500.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×