kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Erajaya (ERAA) aktif bangun ekosistem IoT di semester I 2019


Kamis, 08 Agustus 2019 / 19:08 WIB


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Tendi Mahadi

Walau mengakui pasar yang digeluti masih cenderung niche, Djatmiko mengakui banyak pehobi yang tertarik. Dirinya juga mendistribusikan produk pintar bersifat fungsional, seperti penyedot debu pintar yang bekerja layaknya robot.

Kerjasama ini dinilai tidak mempengaruhi Erajaya membuka gerai khusus untuk produk technology lifestyle.

"Kalau secara keseluruhan, ekspansi gerai Erajaya sungguh masif. Pada Agustus ini saja, ekspansi kami mencapai 1.000 gerai, tahun lalu hanya sekitar 800 gerai. Dan jumlah masih akan terus bertambah sampai akhir tahun," ucap Djatmiko.

Berdasarkan catatan Kontan, diperlukan Rp 5 juta - Rp 7 juta per meter persegi untuk membangun satu gerai. Sementara per Juli 2019, ERAA sudah membangun lebih dari 900 gerai di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Mitrabahtera (MBSS) kantongi nilai kontrak mencapai US$ 4,0 juta

Kinerja pendapatan ERAA menurun sepanjang semester I 2019 sebesar 9,71% karena industri ritel yang melesu.

Tak hanya itu, perusahaan yang melantai di BEI sejak 2011 tersebut, mengalami penurunan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 74,90% atau setara Rp 109,18 miliar dari Rp 435,12 miliar.

Walau beban keuangan menurun 7,92%, laba kotor tidak terangkat dan malah turun 26,03% di angka Rp 1,25 triliun dari Rp 1,69 triliun.

Baca Juga: LPPF gesit berekspansi tapi saham dan labanya konsisten turun, kok bisa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×