kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

ESDM jalin kerjasama investasi di Timur Tengah


Kamis, 12 November 2015 / 15:19 WIB
ESDM jalin kerjasama investasi di Timur Tengah


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said baru saja menyelesaikan kunjungan kerja ke tiga negara Timur Tengah Seperti Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), dan Saudi Arabia.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri ESDM berusaha untuk mengkongkritkan rencana kerjasama investasi yang telah dirintis pada waktu Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Timur Tengah bulan September lalu.

Pada kunjungan kerja tersebut, Sudirman juga diundang untuk menjadi panelis di dua forum energi internasional yaitu EMER6 di Doha, Qatar dan AIDIPEC di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Dalam paparannya, Menteri ESDM menawarkan perlunya mencari keseimbangan baru dalam tatanan pasar migas ke depan, sehubungan dengan berubahnya situasi demand dan suplai akibat tekanan harga minyak dunia.

"Pasar akan dibanjiri suplai, teknologi baru akan bermunculan untuk energi baru, dan semua negara sedang bergerak untuk mencari solusi bagi ketahanan energinya. Dalam situasi sulit, ketika satu pihak mengambil manfaat terlalu banyak, pasti akan memancing reaksi pihak lain untuk mengambil manfaat juga. Dari pada saling merugikan lebih baik berdialog dan mencari pola kerjasama yang sustainable," ujar Menteri Sudirman dalam panel bersama Sekjen OPEC Abdalla Salem el-Badri Dan Menteri Energi UAE Suhail al-mazrouei.

Menurut Sudirman, tren yang akan berlangsung ke depan adalah perlombaan meningkatkan efisiensi, antara lain dengan mengurangi peran middle man dalam mata rantai pasokan mulai dari hulu hingga ke hilir.

"Karena itu, yang terbaik adalah jika semua pihak secara transparan membuka diri, berdialog dalam suasana saling percaya untuk mencari solusi bersama," kata Sudirman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×