kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ESDM paksa smelter menyerap nikel kadar rendah


Rabu, 21 Desember 2016 / 19:56 WIB


Reporter: Pratama Guitarra | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan membentuk aturan baru untuk memaksa perusahan pemilik fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) supaya bisa menyerap nikel kadar rendah untuk kebutuhan dalam negeri.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono menyatakan bahwa hal itu dilakukan lantaran Kementerian ESDM menilai ada banyak penumpukan bijih nikel kadar rendah yang kini hanya menjadi tumpukan (stockpile) saja.

“Pemerintah akan memaksa smelter menggunakan nikel yang low grade, kalau memang tidak bisa diekspor,” katanya di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (21/12)

Bahkan, saat ini, kata Bambang, Kementerian ESDM, tengah membahas untuk menentukan harga nikel kadar rendah itu untuk masuk dalam formula Harga Patokan Mineral (HPM).

"Kita akan keluarkan HPM. Jadi diatur di sini," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×