kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

ESDM Sebut Rekomendasi Impor BBM Shell 2026 Masih Dievaluasi


Kamis, 05 Februari 2026 / 14:09 WIB
ESDM Sebut Rekomendasi Impor BBM Shell 2026 Masih Dievaluasi
ILUSTRASI. Stok BBM Shell Habis Total, SPBU Sepi dan Petugas Jualan Kopi. (KONTAN/Diki Mardiansyah) Kementerian ESDM menyatakan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) untuk Badan Usaha Shell Indonesia pada 2026 hingga kini belum diterbitkan


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) untuk Badan Usaha Shell Indonesia pada 2026 hingga kini belum diterbitkan. Kementerian ESDM masih melakukan evaluasi atas permohonan yang diajukan perusahaan.

"Masih dievaluasi," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026).

Sebelumnya, Kontan mencatat pasokan BBM di jaringan SPBU Shell Indonesia belum sepenuhnya pulih. Berdasarkan informasi di laman resmi perusahaan, per Kamis (5/2/2026) pagi, produk Shell Super tercatat tidak tersedia di wilayah Jabodetabek dan hanya dapat ditemukan di Jawa Timur.

Baca Juga: GoPay Sediakan Layanan Pembelian Tiket Transjakarta di Aplikasi

Menanggapi kondisi pasokan tersebut, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyampaikan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM untuk periode 2026 sesuai ketentuan yang berlaku.

“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” ujar Ingrid kepada Kontan, Kamis malam (29/1/2026).

Namun, Ingrid belum memastikan apakah Shell Indonesia telah merealisasikan impor BBM dengan kuota 2026 atau masih menunggu terbitnya rekomendasi impor tersebut. Meski demikian, ia optimistis pasokan BBM di jaringan SPBU Shell dapat kembali terpenuhi dalam waktu dekat seiring dukungan pemerintah.

“Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami,” kata Ingrid.

Baca Juga: Ramai Isu Pemangkasan RKAB Batubara 2026, Ini Penjelasan Kementerian ESDM

Selanjutnya: Bantuan Pangan Beras dan MinyaKita Bakal Kembali Disalurkan pada Februari-Maret

Menarik Dibaca: NotebookLM Android: Buat Video dan Infografis Cuma dengan AI Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×