kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.681   17,00   0,10%
  • IDX 6.644   7,86   0,12%
  • KOMPAS100 867   0,27   0,03%
  • LQ45 657   -1,08   -0,16%
  • ISSI 232   1,37   0,59%
  • IDX30 367   -0,81   -0,22%
  • IDXHIDIV20 453   -1,48   -0,32%
  • IDX80 99   0,12   0,13%
  • IDXV30 126   0,59   0,47%
  • IDXQ30 117   -0,40   -0,34%

ESDM Targetkan Produksi Batubara Tahun 2022 Bisa Tembus 664 Juta Ton


Selasa, 21 Desember 2021 / 14:08 WIB
ILUSTRASI. Foto udara aktivitas bongkar muat batubara


Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan produksi batubara pada tahun 2022 berpotensi mencapai 664 juta ton.

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Sunindyo Suryo Herdadi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan hearing dengan para pelaku usaha seputar rencana produksi tahun 2022.

Adapun, untuk sementara ini, Kementerian ESDM memproyeksikan kebutuhan batubara untuk domestik akan mencapai 190 juta ton pada tahun depan. Jumlah ini meningkat dari kebutuhan batubara domestik tahun ini yang sebesar 137,5 juta ton.

"Rentang produksi untuk tahun depan itu memang saat ini sedang difinalisasi, rentang sekitar 637 juta ton sampai yang tertinggi 664 juta ton," kata Sunindyo dalam Webinar Minerba Virtual Fest 2021, Selasa (21/12).

Baca Juga: IESR Menilai Akselerasi Energi Bersih Mutlak Dilakukan

Sunindyo melanjutkan, angka ini masih berpotensi mengalami perubahan sembari melihat perkembangan produksi sampai tutup tahun ini. Selain itu, saat ini pun Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM masih memproses rencana kerja dari perusahaan-perusahaan batubara.

Selain itu, penyusunan rencana produksi pun dipastikan juga bakal mempertimbangkan kebutuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan komponen lainnya.

Produksi 2021 tak capai target

Sementara itu, produksi batubara pada tahun ini dipastikan tidak akan mencapai target yang ditetapkan sebesar 625 juta ton.




TERBARU

[X]
×