kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.852   34,00   0,20%
  • IDX 8.960   34,76   0,39%
  • KOMPAS100 1.233   5,49   0,45%
  • LQ45 871   3,42   0,39%
  • ISSI 325   1,71   0,53%
  • IDX30 441   0,40   0,09%
  • IDXHIDIV20 520   0,96   0,18%
  • IDX80 137   0,65   0,48%
  • IDXV30 144   0,49   0,34%
  • IDXQ30 141   -0,06   -0,04%

ESDM Targetkan Seluruh Desa Dialiri Listrik 2029-2030, Kini Jangkau 1.516 Lokasi


Kamis, 08 Januari 2026 / 14:18 WIB
ESDM Targetkan Seluruh Desa Dialiri Listrik 2029-2030, Kini Jangkau 1.516 Lokasi
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (DOK/Diki Mardiansyah)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan capaian program pemerataan listrik sepanjang 2025, baik melalui Program Listrik Desa (Lisdes) maupun Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik pada 2029–2030. Ia menyebut ini sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Ini listrik desa tadi saya katakan, arahan dari Bapak Presiden Prabowo sampai dengan 2029–2030 semua desa-desa atau dusun-dusun yang jumlahnya sekitar 5.700 dan 4.400 itu harus semua listriknya sudah ada. Kehadiran listrik ini sebagai bentuk keadilan sosial dan negara harus hadir,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Tahun 2025 Kementerian ESDM di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Mulai 10 Januari, Ada Perubahan Lalu Lintas Proyek MRT di Stasiun Kota dan Glodok

Sepanjang 2025, Program Listrik Desa telah menjangkau 1.516 lokasi dan 77.616 pelanggan baru. Menurut Bahlil, pembangunan listrik desa menjadi prioritas untuk membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan dasar di wilayah terpencil.

Selain Lisdes, Kementerian ESDM juga menjalankan program pro-rakyat melalui BPBL, yang menyasar rumah tangga yang telah memiliki jaringan listrik di wilayahnya, tetapi belum tersambung ke rumah karena keterbatasan biaya pemasangan.

“Biaya pemasangan itu rata-rata sekitar Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Nah Kementerian ESDM atas arahan perintah Bapak Presiden itu memasang sebesar sebanyak 205.968 rumah. Jadi selain program listrik desa juga adalah kita bantuan pemasangan baru,” jelas Bahlil.

Hingga 31 Desember 2025, program BPBL telah merealisasikan pemasangan listrik untuk 205.968 rumah tangga.

Selanjutnya: BGN Siapkan Juknis, Dapur MBG yang Tidak Penuhi Standar Bakal Disanksi

Menarik Dibaca: Katalog Promo Indomaret Super Hemat Periode 8-21 Januari 2026, Hemat Awal Tahun!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×