kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.064   -54,00   -0,32%
  • IDX 7.137   165,60   2,38%
  • KOMPAS100 986   27,89   2,91%
  • LQ45 722   20,06   2,86%
  • ISSI 254   4,87   1,95%
  • IDX30 393   10,50   2,75%
  • IDXHIDIV20 483   11,17   2,37%
  • IDX80 111   3,00   2,77%
  • IDXV30 132   2,12   1,63%
  • IDXQ30 128   3,31   2,66%

Februari, Permohonan Sertifikasi Naik 5%


Jumat, 05 Maret 2010 / 18:16 WIB


Reporter: Nadia Citra Surya | Editor: Test Test


JAKARTA. Bisnis telepon seluler (ponsel) kian bergairah. Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Gatot S Dewa Broto mengatakan, permintaan sertifikasi untuk produk baru ponsel memang terus meningkat. Jika pada Januari 2010, permohonan sertifikasi yang masuk ada sekitar 20 merek dan varian, bulan Februari ini terasa ada peningkatan.

Menurutnya dari jumlah permohonan yang ada, sumbangan terbesar berasal dari ponsel-ponsel asal China. "Terasa ada penambahan permohonan setidaknya 5% dari bulan Januari," kata Gatot, Jumat (5/3).

Hal ini terkait erat dengan pemberlakuan kerjasama perdagangan bebas alias FTA Asean-China. Tak heran, permohonan ponsel asal China memang tinggi lantaran kini mereka tak lagi terbebani bea masuk (BM) yang tinggi.

Meski tak menyebutkan komposisi merek yang mengajukan sertifikasi, Gatot mengakui dominasi merek China memang cukup tinggi. Namun ia menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti ada diskriminasi. "Asalkan segala prinsip persyaratan berhasil dipenuhi, maka sertifikasi pasti akan kami berikan," tegas Gatot.

Menurut Gatot, sesuai peraturan Menteri No. 29/ 2008 setiap pemohon sertifikasi produk diharuskan untuk menyerahkan dua unit barang untuk diuji fisik. "Maksimal selama 21 hari," kata Gatot. Setelah itu direktorat standarisasi akan menerbitkan sertifikat jika lolos uji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×