kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Fore Kopi (FORE) Bidik Ekspansi Lebih dari 60 Gerai pada 2026


Selasa, 20 Januari 2026 / 17:15 WIB
Fore Kopi (FORE) Bidik Ekspansi Lebih dari 60 Gerai pada 2026
ILUSTRASI. Fore Coffee (NULL/NULL) Fore Kopi Indonesia (FORE) terus melanjutkan ekspansi gerai pada 2026, dengan menargetkan penambahan lebih dari 60 gerai per tahun.


Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) terus melanjutkan ekspansi gerai pada 2026, dengan menargetkan penambahan lebih dari 60 gerai per tahun.

Direktur Strategi dan Pengembangan Korporasi FORE, Fahmi Rachmattulah mengatakan, perseroan memiliki total lebih dari 300 gerai di 50 kota di Indonesia hingga kuartal IV-2025.

“Pada 2026 ini, FORE masih berfokus pada ekspansi gerai kopi terutama di kota-kota tier dua dan tiga di Indonesia,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (20/1/2026).

Kendati demikian, fokus FORE tak semata pada penambahan jumlah gerai. Perseroan juga memastikan setiap gerai yang dibuka memiliki perhitungan biaya dan keuntungan yang sehat.

Baca Juga: ESDM Selidiki Insiden Tambang Emas Antam (ANTM) di Pongkor

“Dengan disiplin operasional dan efisiensi biaya, kami berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan yang tetap profitabel dan berkualitas,” imbuhnya.

Tak hanya ekpansi gerai kopi, Fore juga telah meluncurkan portofolio bisnis anyar, yakni Fore Donut pada kuartal III-2025. Ekspansi lini ini, kata Fahmi, juga akan terus digenjot.

Dus, perseroan menargetkan Fore Donut dapat menjangkau pasar di luar wilayah Jabodetabek pada 2026.

Fahmi menambahkan, ekspansi gerai yang dilakukan FORE juga secara linier membantu penyerapan pasokan kopi, serta menjaga stabilitas harga kopi.

“Kami juga telah membangun sistem untuk memastikan pasokan kopi yang cukup sesuai kebutuhan produksi,” terangnya.

Adapun fluktuasi harga kopi global, lanjutnya, juga tak memiliki pengaruh signifikan terhadap penjualan FORE. Mengingat, Fore Kopi sepenuhnya menggunakan pasokan kopi lokal.

“Di mana, kami telah membangun relasi yang baik dengan para penyedia biji kopi lokal, termasuk petani dan pemasok,” imbuh Fahmi.

Hingga saat ini, ia mengungkap FORE telah menggunakan belanja modal (capex) sebanyak Rp 101 miliar atau 30% dari dana hasil initial public offering (IPO). Dana ini digunakan untuk mendukung pembukaan gerai baru di berbagai wilayah.

Pada 2026, penggunaan belanja modal FORE disebut akan tetap mengacu pada ekspansi jaringan gerai dan penguatan infrastruktur operasional. "Langkah ini sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka menengah perseroan," pungkas Fahmi.

Baca Juga: Permintaan Ban EV Melejit, Hankook Optimistis Kinerja Bakal Tumbuh pada 2026

Selanjutnya: IHSG Berpotensi Koreksi Sehat pada Rabu (21/1), Cermati Saham Ini

Menarik Dibaca: Hujan Turun Sepanjang Hari, Ini Prakiraan BMKG Cuaca Besok (21/1) di Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×