CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Freeport Indonesia Terbitkan Bond Senilai US$ 3 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya


Senin, 11 April 2022 / 06:07 WIB
Freeport Indonesia Terbitkan Bond Senilai US$ 3 Miliar, Ini Rencana Penggunaannya
ILUSTRASI. Groundbreaking pabrik smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus Gresik, Selasa (12/10/2021).


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Anak usaha Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Freeport Indonesia (PTFI) bakal menerbitkan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) atau senior notes. Total dana yang diincar dari penerbitan senior notes ini mencapai US$ 3 miliar.

Rencananya, penerbitan senior notes tersebut akan memiliki tiga seri dengan tenor yang berbeda. Dana yang dihimpun dari penerbitan obligasi ini bakal digunakan untuk membiayai proyek smelter perusahaan.

Juru Bicara PTFI Riza Pratama mengatakan, PTFI sengaja memilih menerbitkan senior notes yang bersifat jangka panjang untuk membiayai proyek smelter yang masa operasinya juga memiliki jangka panjang.

Baca Juga: Freeport Indonesia Targetkan Pembangunan Smelter Manyar Capai 50% di Akhir 2022

“Pendanaan lainnya seperti pinjaman bank umumnya berjangka waktu lebih pendek. Di samping itu, dengan profil keuangan yang sangat kuat, memungkinkan PTFI memperoleh peringkat Investment Grade untuk penerbitan US$ Bond ini yaitu Baa3 dari Moody’s dan BBB- dari Fitch,” ujar Riza kepada Kontan.co.id, Minggu (10/4).

Proyek smelter yang dimaksud merupakan smelter tembaga berkapasitas 1,7 juta ton per tahun yang berlokasi di Kawasan Java Integrated Industrial Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Pembangunan ini sudah berjalan sejak tahun 2021 dan dijadwalkan selesai pada tahun 2024 mendatang.

Direktur Hubungan Kelembagaan MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan, PTFI membutuhkan pendanaan untuk belanja modal atawa capital expenditure (capex) yang cukup besar dalam mata uang dolar AS.

Menurut hitungan manajemen, pendanaan yang dibutuhkan untuk membangun smelter tembaga di Gresik mencapai sekitar US$ 3 miliar.

Itulah sebabnya, manajemen kemudian memutuskan untuk menerbitkan obligasi senior notes. Keputusan ini juga mempertimbangkan tren suku bunga floating yang kecenderungan naik seiring rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan US Treasury rate selama 12 bulan ke depan.

Baca Juga: Mitsubishi Materials, Freeport Indonesia Expand Copper Smelter Capacity

“Dengan demikian penerbitan obligasi dengan suku bunga tetap ini memberi kepastian ketersediaan pendanaan capex untuk PTFI dan juga kepastian atas kewajiban biaya bunga selama masa konstruksi pembangunan smelter,” ujar Dany saat dihubungi Kontan.co.id secara terpisah, kemarin (10/4).

Asak tahu saja, ada tiga seri senior notes yang akan tawarkan PTFI dalam penghimpunan dana ini. Pertama, senior notes bernilai US$ 750 juta dengan kupon tetap 4,763%. Seri ini memiliki tenor 5 tahun.

Kedua, obligasi berdenominasi dolar AS dengan nilai US$ 1,5 miliar dan kupon tetap  5,315%. Tenor seri ini mencapai 10 tahun. Ketiga, senior notes dengan kupon tetap 6,2% dengan nilai US$ 750 juta. Tenor untuk seri tersebut mencapai 30 tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×