kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.813   14,00   0,08%
  • IDX 8.981   35,80   0,40%
  • KOMPAS100 1.240   8,56   0,69%
  • LQ45 877   5,23   0,60%
  • ISSI 325   1,48   0,46%
  • IDX30 445   1,43   0,32%
  • IDXHIDIV20 523   2,54   0,49%
  • IDX80 138   1,09   0,80%
  • IDXV30 145   1,02   0,71%
  • IDXQ30 142   0,10   0,07%

Gejolak Politik di Venezuela Bayangi Ekspor Mobil Indonesia


Rabu, 07 Januari 2026 / 14:13 WIB
Gejolak Politik di Venezuela Bayangi Ekspor Mobil Indonesia
ILUSTRASI. Situasi politik di Venezuela masih memanas menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS), memicu kekhawatiran atas keberlanjutan pengiriman mobil dari Indonesia. (Dok/IPCC)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Situasi politik di Venezuela masih memanas menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS), memicu kekhawatiran atas keberlanjutan pengiriman mobil dari Indonesia.

Kondisi tersebut menjadi sorotan bagi industri otomotif nasional, mengingat negara Amerika Latin itu selama ini berperan sebagai salah satu tujuan ekspor kendaraan buatan dalam negeri, khususnya bagi Toyota.

Menanggapi perkembangan tersebut, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih memonitor dinamika yang berkembang di negara tujuan ekspor tersebut.

Baca Juga: Strategi Agresif Chery: 50 Diler Baru Dibidik di 2026

“Sampai saat ini belum dapat informasi ekspor ke Venezuela,” ujar Bob kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2025).

Ekspor Mobil Indonesia Terus Tancap Gas

Selama beberapa tahun belakangan, Venezuela dikenal sebagai salah satu pasar ekspor yang cukup berarti bagi industri otomotif nasional, terutama Toyota.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang Januari–November 2025 Toyota mencatatkan pengiriman hampir 6.000 unit kendaraan dalam kondisi utuh atau completely built-up (CBU) dari Indonesia ke Venezuela.

Kontribusi terbesar datang dari Toyota Wigo, yang di pasar domestik dikenal sebagai Toyota Agya.

Model ini dikapalkan sebanyak 4.869 unit.

Varian Wigo 1.200 AT G 4x2 menjadi penyumbang utama dengan volume 3.767 unit, dengan distribusi yang relatif stabil sejak awal tahun.

Selain varian otomatis, Toyota juga mengirimkan Wigo 1.200 MT G 4x2 khusus pasar Venezuela sebanyak 1.102 unit.

Baca Juga: Berapa Harga Terbaru City Car Awal 2026? Ini Daftarnya

Selain itu, Toyota Yaris Cross 1.500 AT G 4x2 turut diekspor meski jumlahnya lebih terbatas.

Total pengiriman model tersebut mencapai 1.008 unit sepanjang periode yang sama.

Kinerja ekspor kendaraan ke Venezuela juga tecermin dalam data perdagangan nasional.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai pengiriman Indonesia ke Venezuela sepanjang 2025 mencapai 66,66 juta dollar AS atau setara Rp 1,1 triliun, meningkat 40,59 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Dari total tersebut, komoditas otomotif dengan kode HS 87 menjadi penyumbang terbesar, dengan nilai 46,38 juta dollar AS atau setara Rp 777,3 miliar.

Nilai itu melonjak 177,26 persen secara tahunan.

Ilustrasi ekspor mobil Toyota

Meski kinerja ekspor masih terjaga, peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menilai potensi pelemahan permintaan tetap perlu diantisipasi seiring ketidakpastian politik yang berkembang di Venezuela.

“Biasanya kalau kondisi sosial-politik bergejolak, permintaan akan melemah. Tapi saya melihat gejolaknya tidak akan terlalu lama, sehingga ekspor Indonesia kemungkinan masih berjalan,” ujar Tauhid kepada Kompas.com.

Baca Juga: GAIKINDO Belum Menetapkan Target Penjualan Mobil pada 2026

Ia menambahkan, aspek yang patut dicermati adalah tekanan inflasi di Venezuela pascakejadian tersebut.

Jika inflasi meningkat tajam, daya beli serta kemampuan impor negara itu dapat terdampak, termasuk untuk kendaraan bermotor.

Dengan situasi tersebut, industri otomotif Indonesia kini menghadapi dua sisi yang beriringan.

Di satu sisi, pasar Venezuela masih mampu menyerap ribuan unit mobil produksi dalam negeri.

Namun di sisi lain, ketidakpastian ekonomi dan politik berpotensi menguji ketahanan ekspor kendaraan nasional dalam waktu dekat.

Selanjutnya: Pemprov DKI Kucurkan Dana Rp 100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel Mangkrak

Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×