Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Freeport Indonesia (PTFI) melaporkan bahwa smelter baru di Gresik dijadwalkan bakal kembali beroperasi. Hal tersebut lantaran sebelumnya mengalami insiden kebakaran pada tahun 2024.
Direktur Utama PTFI, Tony Wenas mengatakan, smelter tersebut sebenarnya telah kembali beroperasi pada bulan Mei 2025, namun produksinya terhenti kembali akibat longsor yang terjadi di Grasberg Block Cave, di Papua yang mengakibatkan pasokan konsentrat terhenti.
"Rencana smelter baru ini akan mulai berproduksi kembali, atau mengolah memurnikan konsentrat dari Papua, itu pada bulan September tahun ini, dan akan dilakukan ramp-up sampai dengan akhir tahun," ujarnya dalam rapat bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga: Tenant F&B, Otomotif, dan Elektronik Jadi Primadona Jakarta Fair 2026
Tony menjelaskan, saat ini smelter yang masih beroperasi penuh adalah PT Smelting. Di mana, smelter ini mengolah sekitar 50% konsentrat dari Papua.
Dia bilang, saat ini PTFI hanya mampu mengolah sekitar 60% dari hulu, sebab insiden longsor yang terjadi di Grasberg. Namun, perbaikan terus dilakukan dan dipastikan benar-benar aman.
"Sehingga tahun ini masih akan mencapai 65% dari total kapasitas. Semester satu tahun depan akan mencapai 75% dari kapasitas, dan menuju akhir tahun di 2027 itu akan menuju ke 100% kapasitas," jelasnya.
Tony menyebutkan, smelter baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik memiliki kapasitas pengolahan mencapai 1,7 juta ton konsentrat per tahun. Sementara itu, PT Smelting yang juga dimiliki oleh PTFI turut meningkatkan produksinya sebesar 300.000 ton konsentrat per tahun.
"Total smelter baru ini bisa dikatakan totalnya menjadi 2 juta ton tambahan dari konsentrat yang bisa diproses, ditambah dengan produksinya di PT Smelting sudah beroperasi yaitu 1 juta ton. Sehingga total konsentrat yang bisa dimurnikan di dalam negeri yang dimiliki oleh Freeport Indonesia totalnya 3 juta ton per tahun," terangnya.
Lebih lanjut, Tony menambahkan, smelter Gresik tersebut dilengkapi fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) yang mampu memurnikan lumpur anoda yang punya nilai jumbo.
"Yaitu fasilitas pemurnian dan double flash converting, sedangkan pemurnian emas dan perak dilakukan dengan teknologi hydrometallurgy," tandasnya.
Baca Juga: Rebana Metropolitan Buka Peluang Investasi Besar, BP Rebana Gaet Investor Selangor
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














