kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.932   31,00   0,18%
  • IDX 8.261   -49,38   -0,59%
  • KOMPAS100 1.163   -6,16   -0,53%
  • LQ45 834   -4,96   -0,59%
  • ISSI 296   -0,89   -0,30%
  • IDX30 436   -1,62   -0,37%
  • IDXHIDIV20 520   -4,92   -0,94%
  • IDX80 130   -0,68   -0,52%
  • IDXV30 143   -0,10   -0,07%
  • IDXQ30 140   -1,34   -0,95%

Freeport Teken Nota Kesepahaman Perpanjangan Izin Tambang Grasberg Seumur Cadangan


Kamis, 19 Februari 2026 / 12:59 WIB
Freeport Teken Nota Kesepahaman Perpanjangan Izin Tambang Grasberg Seumur Cadangan
ILUSTRASI. PT Freeport Indonesia resmi perpanjang hak operasi tambang Grasberg seumur cadangan. (KONTAN/Titis Nurdiana)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Freeport-McMoRan (FCX) mengumumkan telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan pemerintah Indonesia terkait perpanjangan hak operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Distrik Mineral Grasberg untuk jangka waktu seumur cadangan (life of resource).

Dalam keterbukaan informasi yang dikutip pada Kamis (19/2/2026), kesepakatan ini mencakup perubahan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI agar berlaku sepanjang umur sumber daya tambang. Namun, implementasi perpanjangan tersebut masih menunggu penerbitan IUPK hasil perubahan pemerintah Indonesia.

Seiring dengan perpanjangan izin, Freeport juga berkomitmen meningkatkan kontribusi sosial di Papua. PTFI akan memberikan dukungan pendanaan untuk pembangunan satu rumah sakit baru serta dua fasilitas pendidikan medis. Selain itu, perusahaan akan menaikkan belanja eksplorasi dan mempercepat studi guna mengidentifikasi serta mengembangkan sumber daya jangka panjang dan peluang ekspansi tambang.

Baca Juga: Kinerja Cashlez Worldwide (CASH) Tertekan pada 2025, Simak Strateginya untuk 2026

Di sisi hilirisasi, PTFI menegaskan komitmen untuk memprioritaskan penjualan produk olahan di dalam negeri, termasuk tembaga rafinasi, logam mulia, asam sulfat, dan produk turunan lainnya. Perusahaan juga membuka peluang untuk memperluas pemasaran tembaga rafinasi ke Amerika Serikat apabila negara tersebut membutuhkan tambahan pasokan.

Kesepakatan ini turut mengatur perubahan struktur kepemilikan pasca-2041. Freeport akan mengalihkan 12% saham PTFI kepada pemerintah Indonesia tanpa biaya pada 2041, dengan ketentuan pihak penerima mengganti biaya investasi pro-rata berdasarkan nilai buku untuk aset yang memberi manfaat setelah 2041. Dengan skema ini, Freeport akan mempertahankan kepemilikan 48,76% hingga 2041 dan sekitar 37% mulai 2042.

Manajemen menegaskan struktur tata kelola, pola operasi, serta ketentuan dalam perjanjian pemegang saham dan IUPK yang berlaku saat ini akan tetap dipertahankan sepanjang umur tambang.

Baca Juga: Freeport Teken MoU Perpanjangan Izin Tambang Melampaui Tahun 2041

Ketua Dewan Komisaris Richard C. Adkerson dan Presiden Direktur sekaligus CEO Kathleen Quirk menyatakan, perpanjangan ini mencerminkan kuatnya kemitraan jangka panjang antara Freeport dan pemerintah Indonesia. Operasi Grasberg selama lebih dari enam dekade dinilai telah memberikan manfaat ekonomi yang signifikan dan masih menyimpan potensi nilai besar ke depan.

Sebagai informasi, FCX merupakan salah satu produsen tembaga publik terbesar di dunia dengan portofolio aset utama di Indonesia, Amerika Serikat, dan Amerika Selatan, termasuk Distrik Mineral Morenci di Arizona serta tambang Cerro Verde di Peru. 

Selanjutnya: Kini Beli Tiket Kereta Lewat Access by KAI Bisa Gunakan Indodana PayLater

Menarik Dibaca: Kini Beli Tiket Kereta Lewat Access by KAI Bisa Gunakan Indodana PayLater

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×