kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

GAEKI: 50% kebun kopi harus diremajakan


Selasa, 01 Agustus 2017 / 19:23 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) menyatakan, rencana pemerintah untuk meningkatkan produksi kopi Indonesia hingga 1 juta ton per tahun baru akan terwujud bila pemerintah melakukan program yang komprehensif.

Hutama Sugandhi, Ketua Umum GAEKI menjelaskan, program komprehensif yang dimaksud, yaitu diperlukan tenaga penyuluhan yang benar dan jelas, memberikan dukungan bibit yang unggul kepada petani, memberikan subsidi pupuk, hingga melakukan intensifikasi dan replanting (peremajaan) pohon-pohon kopi.

Menurutnya, terdapat lebih 50% dari seluruh kebun kopi di Indonesia harus diremajakan lantaran pohon-pohon kopi sudah semakin tua, dan tidak dirawat dengan baik.

“Menurut saya, dari 1,2 juta hektare kebun kopi yang tersebar, lebih dari 50% harus direplanting. Artinya lebih dari 600.000 hektare harus diremajakan,” jelas Hutama.

Melihat rendahnya produktivitas kopi di Indonesia, Hutama bilang, semua stakeholder yang bersangkutan harus saling bekerja sama. "Apabila semua pihak saling bekerja sama, bukan tidak mungkin produktivitas kopi dapat ditingkatkan," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×